Taubi Online ke 4

 

Medan (GooM), 3 okt 21 - 27 safar 1443


Diskusi virtual keluarga Tausiyah Qolbi pekan ke 4  : Usbuu'u Rraabi' - الأسبوع الرابع

Tema diskusi kali ini adalah "Awal Agama Mengenal Allah". 

 

Pengajian ini pertama kali diunggah pada sebuah artikel online sebagai referensi untuk kalangan keluarga.

Untuk diskusi pertama hingga ke 3 dapat dilihat pada laman Taubi Online.

 

Pada kesempatan ini, kajiannya adalah melanjutkan pembahasan pada pekan pertama (alfatiha ayat 1 dan 2) dan pekan ke 3 (alikhlas ayat 1) yang erat hubungannya dengan syahadatain, rukun Islam pertama.

 

Syahadatain berisi 2 ucapan ikrar atau kesaksian (syahadat = kesaksian) terhadap Allah sebagai satu-satunya Tuhan (syahadat pertama : syahadat Robbani) dan terhadap nabi Muhammad Shollallahu'alaihiwasallam (syahadat kedua : syahadat Muhammadi). Pada syahadat pertama (syahadat Robbani) sudah sangat jelas bahwa Allah adalah satu-satunya yang wajib disembah dan tiada Tuhan yang lain. Itulah makna Awal Agama Mengenal Allah.

 

Bagaimana kita menyembah Allah kalau tidak mengenal yang disembah. Maka perlu diketahui bahwa bersyahadat bukan hanya diucapkan saja, tapi perlu belajar untuk memahami makna atau maksud dari syahdatain tersebut. Mari sama kita telusuri kajian tentang syahadat ini yang berhubungan dengan penjelasannya pada Alquran.

 

Pada surah fatiha ayat ke 1 disebutkan bahwa " Dengan nama Allah, maha pengasih dan maha penyayang " yang maksudnya adalah WAJIB apapun urusan hidup dimulai dengan nama Allah. Jika tidak dilakukan maka HARAM hukumnya.

dan ayat ke 2 " Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam " yang penjelasannya adalah ketika memulai apapun kegiatan dengan nama Allah (bismillah ...) apakah kita mengetahui siapa Allah ? secara umum dapat dijawab bahwa tiada yang mengenalNya kecuali hanya sedikit. Maka perlulah kita memperhatikan dan mengenali Allah melalui alam ini (.... Tuhan sekalian alam)

Untuk mengenal Allah, maka SEBUTlah namanya dan PUJIlah DIA dengan mempelajari alam ini. Dan semua hal itu telah dilakukan oleh nabi Muhammad Shollallahu'alaihiwasallam. Maka kenalilah sang kekasih Allah, nabi Muhammad Shollallahu'alaihiwasallam

Perhatikan hal berikut :  alhamdulillah : muhammad dimana pada kata hamdu terdapat huruf ha kecil, mim dan dal. Huruf ini juga terdapat pada nama nabi mim, ha, mim dan dal (WAJIB bertemu mursyid/guru, ahli zikir untuk membahas ini).

Berhubungan dengan ayat ke 1 surah al-Ikhlas, " Katakanlah (ya Muhammad) bahwa DIA adalah Allah yang ESA " dimana ayat ini memiliki makna tersirat yaitu terjadinya percakapan antara Tuhan dengan hambanya (nabi Muhammad Shollallahu'alaihiwasallam) yang menunjukkan/menguatkan bahwa DIA/Allah/AHAD adalah Tuhan dan satu-satunya yang WAJIB disembah.

Pada ayat ini kembali dinyatakan bahwa nabi Muhammad Shollallahu'alaihiwasallam yang awal diperkenalkan tentang Tuhan. Hal ini menandakan bahwa untuk mengenal Allah WAJIB mengenal nabi Muhammad Shollallahu'alaihiwasallam.

Itulah alasan bahwa nabi Muhammad Shollallahu'alaihiwasallam diutus Allah menjadi Nabi dan Rasul supaya kita umatnya dapat mengenal beliau melalui Agama Islam yang terangkum dalam rukun Islam.


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

No comments:
Write comments

Tausiyah Qolbi - TAUBI : Media informasi bersumber dari kisah perjalanan ruhani para hamba Allah
Mari membaca dengan bijak dengan selalu berdiskusi langsung dengan guru/mursyid
untuk menjaga keberkahan dari berbagai informasi pada web ini
Perhatian ! Siapapun pembaca bertanggungjawab sendiri atas efek apapun dari setiap artikel TAUBI

Wassalam - TAUBI


-----

🔺🔺