KEBENARAN bukan TUJUAN. Awal Agama Mengenal DIA

توصية القلب


Pembahasan Seputar Mengenal Allah
Mengenai Tausiyah Qolbi - TAUBI

~BACA DISINI !~


Materi TAUBI lainnya dapat dibaca di : Blog TAUBI - Baca Berita Elektronik TAUBI (TAUBI Friday Enews) di : TAUBI Jumatan - Diskusi berlangsung setiap jumat || Salam dari TAUBI

Do you know How Sophisticated GOD is?
Let's see! It will be happened very soon !

GET IN TOUCH

TAFYIN - تفسيرعليين



Beranda - WAJIB BACA!

Awal Agama Mengenal Allah
Artikel Terkini

Dasar Islam - Faatiha 567

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


 

Sesungguhnya Islam itu dibangun dengan 5 pondasi (baca riwayatnya di sini). Hal tentang pondasi Islam tersebut sudah termaktub (tertulis) secara tersirat pada ayat 5, 6 dan 7. 

Atas izin sang maha ilmu, akan kita bahas tentang hikmah dari ayat Faatiha 567 ini memperluas bahasan materi sebelumnya surah Alfaatiha dan ayat ke 7. Semoga Allah memberkahi dan meridhoi informasi ini.

 

Kita mulai pembahasan secara mundur (backward) : 765 

 

*Ayat 7 : baca dengan seksama di ayat ke 7

Ketahuilah bahwa hakikat dari ayat 7 ini adalah melaksanakan zakat. Ini sering disebut dalam Qur"an dan dalil lainnya, Tegakkan sholat dan laksanakan zakat (QS 2 ayat 43).

Zakat adalah mengeluarkan dari bagian diri kita yang dapat memberi manfaat, baik untuk diri maupun untuk makhluk lain.

 

Ayat 7 yang melambangkan zakat dibagi menjadi 3 bagian :

 

#bagian1 ( صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِم ) yaitu puasa, merupakan ni'mat tertinggi (iman) pada manusia. 

 

#bagian2 ( غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ ) yaitu zakat. Inilah yang mencegah marah Allah dengan mengeluarkan amanah (harta/ilmu) ke siapa yang membutuhkan sesuai aturan dalam Islam (fiqh).

 

#bagian3 ( وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ) yaitu haji. Ibadah dalam haji itu menunjukkan tentang adanya perjalanan (thoriqah) bathin yang sejalan dengan perjalanan zohir (badan/fisik) dan disebut seimbang. Jika tidak dicapai status "seimbang" maka disebut sesat (dhooolliin).

Mari kita bahas lebih jauh pada bagian 3 ini karena inilah posisi manusia paling banyak sebagaimana yang dimaksud pada surah alashr (sungguh manusia dalam keadaan merugi)

Mari kita sadari bersama bahwa sifat dasar manusia itu adalah lalai (baca peringatan bagi orang-orang lalai). Maka dari itu pantas dan normal bahwa manusia itu berada dalam keadaan/posisi sesat ketika hidup di dunia karena sifat dasar tersebut. Mari kita cermati hal berikut ini :

  • Saat di alam ruh, Tuhan berbicara kepada semua ruh (baca di QS 7 - Ala'raf 147). Adakah kita ingat moment tersebut ?

  • Saat di alam rahim, kita diberi ilmu/ketetapan tentang langkah, rezeki, pertemuan dan maut. Adakah kita ingat ?

  • Kisah nabi Adam AS yang diusir keluar dari surga karena lalai atas perintah larangan. Beliaulah manusia pertama, pelaku lalai pertama.

Sebagaimana nabi Adam AS yang pasangannya Hawa. Maka sifat lalai (ghoflah) itu pasangannya adalah ingat (zikr). Siapa yang sadar atas sifat dasar manusia ini maka itu adalah bagian dari rasa beriman oleh karenanya wajib melaksanakan zikr sebagai pasangan atau solusi dari lalai

Demikian hikmah ibadah haji yaitu mengimbangi lalai dengan ingat (zikr) kepada Allah sebagaimana pelajaran dalam ilmu/bab thoriqah. Ketahuilah bahwa sifat dasar (lalai) tidak bisa dicegah apalagi dihilangkan.

 

*Ayat 6 : اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

Ayat ini melambangkan Sholat.

Sholat adalah media atau jalur ( الصِّرَاطَ ) manusia menuju Tuhan. Koneksitas antara yang dicipta kepada penciptanya. 

Pada kata tunjuki kami ( اِهْدِنَا ) sangat jelas bahwa kita dalam kondisi sesat. Masih belum sadarkah bahwa kita lalai ?

Lalu dipertegas dengan kata keterangan yang lurus/teratur/rutin ( الْمُسْتَقِيْمَ ). Inilah keterangan yang memperkuat bahwa perbuatan istiqomah (tetap/teratur) merupakan syarat untuk beroleh koneksitas kepada Tuhan terjadi.


*Ayat 5 : اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ

Ayat ini melambangkan Syahadatain.

Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa tujuan utama manusia hidup adalah menyembah ( نَعْبُدُ ). Dan caranya hanya satu yaitu minta tolong ( نَسْتَعِيْنُ ).

Pada ayat ini terdapat 1 kata berulang yaitu اِيَّاكَ (hanya kepada engkau ya Tuhan). Hal tersebut menunjukkan bahwa hanya, tiada yang lain. Dialah sang AHAD (esa). Itulah sebenar tujuan. 

 

#syahadatrobbani : اِيَّاكَ نَعْبُدُ

Dalam hal menyembah DIA, maka perlulah belajar ilmu menyembah untuk memahami lalu mengamalkannya. Maka perlu belajar tentang ilmu menyembah atau syahadat robbani yaitu 

اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ

Hal-hal yang perlu dipikirkan adalah :

- Apakah benar telah menjadi saksi / melihat Tuhan ?

- Tuhan itu maha gaib, benarkah ?

- Tidak kenal Tuhan, Apakah pantas mengaku beriman ? 


#syahadatmuhammadi : اِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ

Cara menyembah Tuhan hanya satu yaitu minta tolong. Ilmu meminta tolong juga perlu dipelajari. Seringan ringannya membiasakan diri mohon pertolongan kepada Allah setiap saat/detik. Bisakah ? 

Hal yang terjadi saat ini pada kebanyakan manusia :

- Sudah merasa benar melaksanakan sholat.

- Syahadat itu hanya sebuah bacaan ikrar, bukan ilmu khusus.

- Iman kepada Allah tidak perlu KENAL kepada Allah.


Pertanyaan yang perlu direnungkan adalah :

Apakah Allah terima Sholat (dan ibadah lainnya) jika pelakunya tidak kenal kepada Allah (yang disembah)?

 

Mari sama kita bersegera untuk berhijrah dari tiada sadar bahwa diri ini LALAI dan mengimbangi dengan INGAT (zikr) kepada yang maha Ilmu.

(tunggu ya mungkin ada update lagi 😊.... )


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

 

 

 

Hikmah Tahun Baru Islam

 

 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 


Catatan harian sang pengelana bathin (spirit traveller) - 1 Muharram ( محرّم ) 1444 H

Tahun baru Islam tahun ini bertepatan pada hari sabtu, 30 Juli 2022. Ada hal tersirat di setiap perulangan tahun dan semua itu hanya dapat dimaknai oleh para praktisi ilmu baca (wahyu pertama kepada penghulu alam SAW : اقرأ ). Ketahuilah bahwa tiada satupun kejadian (pasti atas kehendak Allah) kecuali mengandung rahasia (hikmah) untuk dipelajari/diketahui sehingga menghasilkan paham yang akan diamalkan. Silahkan cari di berbagai sumber (internet, buku) berbagai riwayat / keterangan tentang kejadian-kejadian penting pada bulan muharram.

 

Sebagaimana arti dari namanya, terlarang atau suci. Pada bulan Muharram, kaum muslimin pada saat itu, bersama Rasulullah SAW melakukan hijrah pertama ke kota madinah yang disebabkan tidak kondusifnya kondisi kota Mekkah yang saat itu dikuasai oleh kafir quraish. Makanya inilah bulan pertama dari tahun Islam yang disebut tahun Hijriyah.

 

Kejadian ini jelas terkait sangat kuat dengan hukum Islam yang dirangkum pada 5 rukunnya yang diawali dengan 2 syahadat (syahadatain) dimana kunci Islam itu adalah kesaksian kepada yang Maha Saksi. Demikian itu digambarkan dengan usaha keras siapapun untuk berhijrah (berpindah) dari sekedar beriman menuju usaha membuktikan iman tersebut dimana hijrah adalah tanda pengakuan bahwa Islam sebagai agama yang haqq.

 

Bulan Muharram identik dengan menghindari konflik, fitnah, perdebatan dan semua tindakan yang berakibat perseteruan. Maka seorang muslim itu wajib berhijrah dari hal tersebut dengan cara memperbanyak belajar karena orang-orang yang suka berseteru/berkonflik adalah orang-orang yang merasa berilmu (merasa benar) sehingga enggan bahkan malas untuk belajar.  


Belajar tentang rukun Islam pertama menjadi sangat urgent (mendesak) bukan hanya wajib karena ada hal tersurat (tertulis) dan hal tersirat dalam ikrar yang tercantum pada syahadatain. Maka bersegaralah belajar untuk mendapat paham tentang ilmu syahadat ini karena siapa yang tidak paham, khususnya hal tersirat di dalamnya, maka tiada mungkin selamat di hari akhir nanti. Karena haram bagi siapapun masuk ke dalam surga kecuali bagi siapa yang telah mengenal pemilik surga.


Maka berhijrah masing-masing kita mulai dari mengenal diri kita secara mendalam menuju pada mengenal sang pencipta, Allah SWT.


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Aljumu'ah - الجمعة

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

QS 62 - Aljumu'ah ayat 1 - 5

Surah ke 62 (Madaniyah - 11 ayat) bernama aljumu'ah (hari jumat). Hari Jum'at adalah penghulu hari dari 7 hari yang berulang. Ayat-ayat dalam surah ini mengandung makna tersirat yang perlu didalami.

Sebab turunnya surah ini (tersurat) adalah berkenaan dengan peristiwa Shalat Jumat yang ditinggalkan para sahabat untuk melihat kafilah dagang dari Syam. Diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah menceritakan, saat itu Rasulullah sedang menyampaikan khutbah Jumat di Madinah. Lalu kafilah dagang dari Syam tiba di Madinah dan seketika itu pula para sahabat berhamburan keluar masjid menyambut para kafilah tersebut. Sahabat yang tetap duduk mendengar khutbah Rasulullah hanya 12 orang.

Maka Allah menurunkan ayat, “Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik.

Cek penjelasan surah ini di wikipedia dan berbagai sumber lainnya.

Mari kita bahas ayat ayat dalam surah ini :

 

#1 : siapapun bertasbih

يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ

" Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. "

 

Setiap makhluk apapun (di langit dan bumi) bersikap 'menjauhkan' apapun yang mustahil pada Allah (sabbaha / سبح = bergerak menjauh dengan cepat, mobile). Bertasbih artinya menyatakan bahwa tiada yang suci kecuali Allah dan DIA tiada serupa/sama dengan apapun.

Maka bertasbih kepada Allah itu naturalnya makhluk, terkhusus malaikat dan manusia. Semua pada dasarnya sadar bahwa hanya Allah yang suci dan maha suci.

 

#2 : Allah mengutus Nabi untuk umat akhir yang sesat

هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ

" DIAlah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. "

 

Adalah ketetapan Allah mengutus nabi akhir untuk umat akhir zaman dengan membawa panduan (kitab dan prakteknya) untuk membantu manusia yang dalam keadaan sesat yang nyata. Sadarkah manusia secara umum itu sesat ?

 

#3 : Nabi yang diutus juga untuk umat lainnya

وَّاٰخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُۙ

" Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. "

 

Bukan hanya diutus untuk umat islam akhir zaman, tetapi juga umat manusia keseluruhan. Maka beliau selalu disebut rahmatan lil'alamiin atau rahmat (bermanfaat) untuk seluruh alam. 

 

#4 : Allah memberi karunia kepada yang dikehendakiNya

ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

" Demikianlah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar. "

 

Sungguh karunia/kelebihan tertentu telah Allah tetapkan kepada siapa yang telah ditentukan. Tiada satupun yang mempengaruhi DIA. allah menetapkan sekehendakNya.

 

#5 : Orang zalim tidak mendapat petunjuk

 مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰىةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ اَسْفَارًاۗ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

" Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."

 

Mari kita sama sadari bahwa tindakan zalim itu sering bahkan selalu dilakukan manusia secara umum. Maka takutlah kepada Allah (taqwa) sebagaimana contoh buruk pada ayat ke 5 ini yaitu tidak beramal dengan ilmu atau beramal tanpa paham yang benar.

 

Kesimpulan QS 62 ayat 1 - 5 :

1. Bertasbih kepada Allah itu adalah hal dasar yang diikuti dengan taubat

2. Efek bertasbih adalah manusia mendapat rahmat (nabi) dan petunjuk

3. Kehendak Allah mutlak tanpa pengaruh siapapun

4. Nabi akhir itu rahmatan lil'alamiin dan pelaku zalim adalah kafir


QS 62 - Aljumu'ah ayat 6 - 11 :

 

#6 : Kematian (dibunuh atau bunuh diri) itulah ampunan bagi Bani Israil

 قُلْ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ هَادُوْٓا اِنْ زَعَمْتُمْ اَنَّكُمْ اَوْلِيَاۤءُ لِلّٰهِ مِنْ دُوْنِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

" Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang Yahudi! Jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah, bukan orang-orang yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu orang yang benar. ”

 

Sebagaimana kisah di zaman nabi Musa AS, setelah selesai dari masa khalwat / suluk 40 hari. Beliau mendapati umatnya (bani israil) telah ingkar dari menyembah Allah karena pengaruh Musa bin Sam'un (Dajjal). Sebagai hukuman (balasan) dan tanda taubat, maka umat nabi Musa AS diperintah untuk " bunuh diri ".


#7 : Bani Israil itu kaum yang zalim / ingkar

وَلَا يَتَمَنَّوْنَهٗٓ اَبَدًاۢ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالظّٰلِمِيْنَ

" Dan mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim. "


Zalim / ingkar itu adalah karakter utama bani israil dan telah dikhabarkan di Quran dan riwayat lainnya. Maka sampai akhir zaman akan tetap seperti maka jauhilah bergaul dekat dengan kaum ini.


#8 : Mati itu pasti datang kepada mereka (Bani Israil)

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

" Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”


Bani Israil merasa kecewa karena nabi akhir bukan dari golongan mereka sehingga semakin terlihat jelas sifat asli mereka yaitu zalim dan ingkar. Maka Allah memberi petunjuk kepada mereka bahwa kematian itu lebih baik bagi mereka daripada hidup.


#9 : Seruan tegas sholat Jum'at kepada mu"min

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

" Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. "


Perintah tegas sholat jum'at memberi isyarat kuat bahwa ada asroor (rahasia-rahasia) tentang hari jumat dan wajib dipahami (paham itu tanda beriman). Maka bersegeralah belajar tentang jum'at (diantaranya : penghulu hari, berkumpul/jama'ah, sesuai waktu zuhur) kepada ahlinya.


#10 : Perintah Mu'amalah dan berzikir

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

" Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung. "


Hidup ini selalu terdiri dari 2 hal. Maka sebagai yang hidup perlu bersosialisasi dengan sesama yang hidup dengan tujuan saling mengenal dan tentunya juga selalu menghadap (zikr/ingat) kepada pemberi hidup dan kehidupan untuk mendapatkan pengenalan sejati.


#11 : Fokuslah pada pemilik / pencipta dunia

وَاِذَا رَاَوْا تِجَارَةً اَوْ لَهْوًا ۨانْفَضُّوْٓا اِلَيْهَا وَتَرَكُوْكَ قَاۤىِٕمًاۗ قُلْ مَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

" Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik. "


Jangalah fokus kepada dunia ketika beribadah. Terkhusus di hari jum'at yang memiliki banyak rahasia. Sungguh, hidup abadi itu di alam akhirat. Dunia ini hanya candaan dan hiburan sementara.


Kesimpulan QS 62 ayat 6 - 11 :

1.  Bani Israil itu contoh pasti kaum yang ingkar dan zalim

2. Siapapun manusia pasti berjumpa dengan kematian

3. Wajib belajar tentang hikmah / rahasia Jum'at

4. Dunia perlu dikerjakan untuk melengkapi pengenalan pada pemiliknya

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

HIKMAT 1 Juli 2022

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


HIKMAT 1 Juli 2022

(Hikmah Jumat : " Peringatan bagi Orang Lalai ")

(tanbihul ghofilin)

 

Sadar atas kelalaian adalah tanda dasar mu"min

Edisi HIKMAT mulai ditulis pada jumat, 1 juli 2022 (2 Dzulhijah 1443 H) untuk menambah keimanan kita tentang hikmah/rahasia/manfaat dari ketetapan sholat khusus di hari jumat. Semoga dapat memberi tambahan suplemen ruhani sehingga dapat mencapai derajat mu"min. Saksikan dulu materi " Rahasia Jumat " sebagai pembuka wawasan HIKMAT.

Sesunguhnya manusia itu secara umum memiliki sifat lalai. Maka sangatlah tidak pantas mengaku berilmu apalagi beriman karena hampir seluruh manusia tidak sadar bahwa sifat lalai tersebut (sifat dasar manusia) merupakan tanda bahwa manusia itu hanya diberi/dititipkan amanah ilmu untuk beriman maka hanya sang pemberi amanah yang berhak menilai apakah sudah diakui beriman atau belum.

Ilmu dan iman itu bersesuaian. ketahuilah bahwa tiada seorang beriman jika tiada ilmu. Lantas tahukah kita apakah sebenar ilmu itu ? Sebagaimana Allah telah mengutus para kekasihnya (nabi, rasul dan wali) maka sangat jelas bahwa sebenar ilmu itu adalah ilmu yang disampaikan dari manusia yang hidup. Silahkan baca atau lihat media apapun dimana pelajaran/materinya wajib disampaikan oleh manusia yang hidup.

 

Apakah sudah termasuk golongan beriman (mu"min)

Sungguh ironi manusia kebanyakan apalagi yang mengaku beragama Islam. Mereka semua merasa telah beriman. Sungguh Merugi bahkan celaka dimana begitu banyak ayat dalam alqur"an menjelaskan tentang kengerian dan ancaman tapi sungguh semua itu dianggap remeh, terkhusus yang mengaku beragama Islam. Padahal jelas bahwa alqur"an ditujukan kepada siapapun yang mengaku muslim. 

Mari kita peringatkan diri sendiri lalu sampaikan kepada keluarga dan sahabat bahwa sungguh manusia itu tiada yang mampu masuk dalam golongan beriman (mu"min) karena jelas sekali bahwa sifat lalai tidak mungkin membuat manusia meyakini atau mengimani sesuatu apalagi Allah yang maha gaib (tiada yang mampu menceritakan Nya). 

Maka Takutlah (taqwa) kepada Allah dengan selalu mohon pertolongan (bismillah..) untuk mendapatkan keseimbangan (kebaikan) urusan dunia (zohir) dan akhirat (bathin). Untuk mencapai keseimbangan (kebaikan) tersebut maka carilah sebenar ilmu dari orang-orang yang telah diberi Allah kesempatan untuk membaca (iqro") rahasia - rahasia dalam dadanya. 

Materi HIKMAT ini selanjutnya akan ditampilkan pada blog TAUBI pada tautan berikut ini : " Hikmah Jumat "


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

QS Albaqarah 21 ke 24

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Diskusi TAUBI kali ini membahas Tafyīn lanjutan surah ke 2 dalam Quran, Albaqarah ayat 21 hingga 24 yang isinya memberi perintah utama dalam hidup dengan keterangan yang harus dimaknai secara hakikat juga, bukan hanya secara akal. Mari kita simak !

 

Ayat 21 menjelaskan tentang perintah utama tersebut, yaitu menyembah.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

" Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa " 

 

Mari kita coba pahami makna sembah ('abada) dan takwa (taqwa).

Sembah ('abada) diartikan secara umum mengikuti perintah/aturan atau sejenisnya yang menunjukkan kepatuhan. Maka tindakan seorang penyembah jelas adanya tapi menjadi berbeda ketika yang disembah itu yang maha gaib. Dialah Allah yang tiada satupun yang mampu melihatnya. 

Lantas bagaimana definisi menyembah Allah yang mendekati "sesuai" ? Jawaban yang jelas adalah sebagaimana para sahabat nabi Muhammad SAW yang langsung bertemu dan belajar dengan beliau. Artinya bahwa wajib bertemu langsung dengan ahlinya untuk memaknai hakikat dari menyembah. Karena tidaklah etis atau pantas mematuhi/mengikuti yang tidak dikenal. Maka kenalilah yang disembah itu. 


takwa (taqwa) yaitu percaya dan membenarkan adanya Allah dan hanya takut kepada Nya. Bagaimana kita mampu menjadi takwa ini jika pemahaman menyembah masih belum jelas. Maka makna dasar dari takwa ini adalah hanya takut kepada Allah. Untuk mengurai maknanya lebih dalam maka wajib paham dulu makna sembah.

 

Ayat 22 :

الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً ۖوَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

"(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui."

 

Ayat ini menyebutkan alasan jelas tentang wajibnya melaksanakan perintah utama di ayat 21, yaitu menyembah tuhan kalian (rabbakum) karena nikmat dalam hidup yang telah dan sedang dirasakan oleh semua manusia, yaitu alam ini beserta semua fasilitas di dalamnya.

 

Ayat 23 :

وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ ۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

"Dan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."   

 

Ayat ini adalah sindiran Allah kepada manusia dengan cara memberi tantangan untuk membuat ayat yang mirip dengan salah satu surah di Alquran. Sindiran ini menunjukkan bahwa banyak manusia yang inkar (menolak) untuk melaksanakan perintah utama. Hal ini disebabkan kebanyakan manusia merasa benar tentang pemahaman menyembah kepada tuhan. Padahal nyaris seluruh manusia jauh dari praktek yang benar dalam menyembah tuhan. Hal tersebut ditegaskan dengan jelas pada surah Alashr (Golongan merugi dan kecuali).


Ayat 24 :

فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ

"Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir."

 

Atas sikap kebanyakan manusia (ingkar karena merasa benar), maka Allah dengan jelas memberikan ancaman yaitu siksa (neraka) dan menamai kebanyakan manusia itu dengan sebutan kafir atau tertutup dari petunjuk Allah karena sombong (merasa benar). 


Kesimpulan QS Albaqarah 21 s/d 24 :

1. Tujuan utama dalam hidup adalah menyembah tuhan.

2. Untuk mencapai tujuan, maka lakukan sikap takwa (takut hanya kepada Allah).

3. Ingatlah bahwa kita telah diberi selamat (islam) yaitu semua nikmat dalam hidup.

4. Sadarlah bahwa kebanyakan manusia dalam golongan kafir (merugi). 

 

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ - إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

 

Alqodr - القدر

 

 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah ke 97 (Makkiyah - 5 ayat) bernama alqodr (ketetapan). Dalam banyak penulisan secara umum diartikan kemuliaan

Silahkan menyimak bahasan ini yang telah disampaikan pada edisi khusus diskusi pengajian TAUBI dimulai kembali setelah libur lebaran. Diskusi awal di bulan syawal 1443H akhir bertajuk " Spesial Edition - Idul Fitri " dimana ayat ini menjadi hadiah / oleh-oleh bagi setiap orang yang mengaku beriman dimana melaksanakan puasa di bulan ramadhan selama 29 atau 30 hari dengan paham yang lebih baik. Silahkan baca hikmah ramadhan 1 dan 2 pada diskusi yang lalu. 

Mari kita perhatikan apa makna tersirat pada surah Alqodr ini dimana selalu dikaitkan dengan : malam turunnya alquran, malam yang turun di 10 hari ganjil akhir ramadhan.

 

Ayat 1 : Sungguh telah kami turunkan pada lailah (malam) qodar (ketetapan)

Pada ayat ini ada 3 kata kunci yaitu : anzalnaa, lailah dan qodar.

anzalnaa : " kami turunkan " Allah tunjukkan seperti pada ayat-ayat lain di quran bahwa Allah memiliki manajemen atau tata kelola yang maha hebat. Padahal Allah sangat mampu menjadikan apapun tanpa bantuan siapapun karena DIA lah sang AHAD.

lailah : " malam " keadaan gelap adalah kondisi tidak terlihat dan butuh cahaya. Maka yg dimaksud malam disini adalah rahasia atau sirr yg Allah letakkan pada diri manusia yang secara umum dalam keadaan tersesat/kegelapan (zhulumaati).

qodar : " ketetapan " banyak diartikan kemuliaan. Tentu saja memang terkait kuat bahwa ketetapan Allah yang membuat manusia menjadi mulia. Semua urusan manusia telah Allah tetapkan dan tercatat pada setiap dada manusia. 

Maka jika digabungkan lailatulqodar dapat diartikan bahwa rahasia yang telah ditetapkan Allah pada setiap diri manusia dan tercatat di setiap dada. Kenapa disebut malam atau rahasia ? karena ketetapan rahasia tersebut tidak mudah dibaca kecuali belajar langsung dari ahlinya (manusia) secara langsung sebagaimana para sahabat langsung belajar dari penghulu alam di masanya.


Ayat 2 : Apakah kamu tahu tentang lailah (malam) qodar (ketetapan) ?

Ayat 3 : lailah (malam) qodar (ketetapan) itu lebih baik dari 1000 bulan

ayat 2 & 3 ini memperkuat bahwa ada rahasia malam tersebut dan untuk tahu tentang lailatulqodar harus belajar khusus dengan ahlinya. Dimana malam tersebut wajib diketahui oleh setiap manusia jika ingin meningkat menjadi orang yg beriman (1000 bulan menyatakan banyak urusan dunia).


Ayat 4 : pada malam tersebut turun malaikat dan jibril dengan izin Tuhan mereka untuk setiap urusan.

Ayat inilah jantung dari surah alqodr. kata malaikat itu memiliki arti rahasia yaitu penghulu alam atau zohir manusia dan Ruh yang dimaksud adalah bathin manusia. Untuk penjelasan detail, bertemulah dengan mursyid atau ahlullah, yang memang telah berjalan kepada Allah.

 

Ayat 5 : Selamatlah dia (malam tersebut) hingga terbit fajar

ayat ini juga mengandung makna tersirat. Setiap manusia tidak mungkin selamat karena tidak dapat mengetahui rahasia yang telah ditetapkan Allah dan tercatat pada setiap dada manusia kecuali berjumpa dengan cahaya (orang-orang yang ahli tentang Allah).


Kesimpulan surah ini :

1. lailatulqodar itu adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan sebelum semua dicipta.

2. Tiadalah sejalan hidup ini kecuali zohir dan bathin saling menghadap.

3. Tidak mungkin selamat siapapun kecuali dapat membaca rahasia dalam dadanya.

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

 

Al'ashr - العصر

 

 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Begitu banyak surah di dalam quran sebagai pemberi peringatan (reminder) pada manusia hingga surah pamungkas yang Allah turunkan pada bahasan / diskusi pengajian ini sejak dimulai di sekitar tahun 2014.

Surah ke 103 (Makkiyah - 3 ayat) yang disebut Alashr - waktu atau masa. Begitu dasyatnya kelakuan manusia sampai Allah langsung bersumpah atas nama zat Nya yaitu waktu atau masa (ayat 1). Allah lah sang waktu, yang mencipta dan mengatur peredaran waktu.

Berisikan 3 ayat yang langsung menunjukkan bahwa nyaris seluruh manusia berbuat kerugian atau masuk pada golongan merugi (ayat 2).

Sayangnya pemahaman manusia secara umum merasa bahwa tidak termasuk dalam golongan merugi ini karena manusia secara umum merasa beriman yaitu percaya atau yakin kepada Allah dan merasa telah beramal sholeh (golongan kecuali - ayat 3).

Kesimpulan ayat 103 (satelit) :

1. Terdapat 2 golongan dalam hidup ini yaitu merugi dan kecuali

2. Carilah ahli, manusia yang dapat keluarkan kita dari merugi ke dalam kecuali

3. Solusinya telah sudah Allah jelaskan di ayat 3. Maka pahamilah ! 


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

alhumazah - الهمزة

 

 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 

Pertemuan pertama di bulan Syawal 1443 (setelah ramadhan 2022 M), melanjutkan diskusi di pengajian TAUBI. Kali ini membahas tentang para pengumpat dan pencela.

Surah ke 104 (Makkiyah - 9 ayat) berjudul alhumazah (pengumpat). Surah ini meriwayatkan tentang kecenderungan manusia berbuat kerugian dimana pencirian secara umum dapat kita simak pada penjelasan berikut :

Ayat 1 :

Ancaman keras bagi mengumpat dan mencela, pelaku melecehkan apa yang telah ditetapkan Allah (kehendak Allah). Ini jelas terjadi secara masif dan umum. Manusia ketika mengalami kesusahan, maka sangat banyak yang mengeluh dengan protes atau cacian kepada Allah (pengumpat). Begitu juga ketika melihat kejadian atau kondisi di sekitarnya, cenderung menghakimi atau mencela baik orang atau kejadian tertentu.

Ayat 2 :

Manusia yang dimaksud itu cirinya sama dengan orang yang suka mengumpulkan harta dan menghitung-hitung harta tersebut. Itulah yang disebut dengan cinta dunia (hubbuddunyaa) secara berlebihan.

Ayat 3 :

Manusia yang dikisahkan pada ayat 2 bersangka mereka dapat hidup kekal di dunia ini dengan harta yang dikumpulkan.

Pada ayat 4 s/d 9 menceritakan ancaman mengerikan pada manusia (ayat 1-3), yaitu neraka Huthomah dan tentang keadaan manusia yang KEKAL di dalamnya.


kesimpulan surah 104 ini adalah :

1. Manusia yang mencintai dunia adalah manusia yang bersifat pengumpat dan pencela

2. Siapapun yang lalai karena hal dunia, pasti mendapat balas huthomah

3. Siapapun masuk ke dalam neraka huthomah pasti kekal di dalamnya


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

  • Litequran.net
  • Tafsiralquran.id
  • Hadits.id
  • Kalender.Islam

  • Musik.Islam

Referensi Keilmuan Islam

Hubungi Kami


Tausiyah Qolbi - TAUBI
Media Informasi Diskusi Mengenal Allah

Medan | SUMUT, Indonesia
0811 00 111 (dont call this 😊)

Tausiyah Qolbi - TAUBI : Media informasi bersumber dari kisah perjalanan ruhani para hamba Allah
Mari membaca dengan bijak dengan selalu berdiskusi langsung dengan guru/mursyid
untuk menjaga keberkahan dari berbagai informasi pada web ini
Perhatian ! Siapapun pembaca bertanggungjawab sendiri atas efek apapun dari setiap artikel TAUBI

Wassalam - TAUBI


-----

🔺🔺