KEBENARAN bukan TUJUAN. Awal Agama Mengenal DIA

توصية القلب


Pembahasan Seputar Mengenal Allah
Mengenai Tausiyah Qolbi - TAUBI

~BACA DISINI !~


Materi TAUBI lainnya dapat dibaca di : Blog TAUBI - Diskusi berlangsung setiap jumat || Salam dari TAUBI

Do you know How Sophisticated GOD is?
Let's see! It will be happened very soon !

GET IN TOUCH

TAFYIN - تفسيرعليين



Beranda - WAJIB BACA!

Awal Agama Mengenal Allah
Artikel Terkini

Aljumu'ah - الجمعة

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Surah ke 62 (Madaniyah - 11 ayat) bernama aljumu'ah (hari jumat). Adalah penghulu hari dari 7 hari yang berulang.

(tunggu update nya..)




والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

HIKMAT 1 Juli 2022

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Hikmah Jumat - 1 Juli 2022

Sadar atas kelalaian adalah tanda dasar mu"min

 

Peringatan bagi orang yang lalai (tanbihul ghofilin)

Edisi HIKMAT mulai ditulis pada jumat ini, 1 juli 2022 (2 Dzulhijah 1443 H) untuk menambah keimanan kita tentang hikmah/rahasia/manfaat dari ketetapan sholat khusus di hari jumat. Semoga dapat memberi tambahan suplemen ruhani sehingga dapat mencapai derajat mu"min. Saksikan dulu materi " Rahasia Jumat " sebagai pembuka wawasan HIKMAT.

Sesunguhnya manusia itu secara umum memiliki sifat lalai. Maka sangatlah tidak pantas mengaku berilmu apalagi beriman karena hampir seluruh manusia tidak sadar bahwa sifat lalai tersebut (sifat dasar manusia) merupakan tanda bahwa manusia itu hanya diberi/dititipkan amanah ilmu untuk beriman maka hanya sang pemberi amanah yang berhak menilai apakah sudah diakui beriman atau belum.

Ilmu dan iman itu bersesuaian. ketahuilah bahwa tiada seorang beriman jika tiada ilmu. Lantas tahukah kita apakah sebenar ilmu itu ? Sebagaimana Allah telah mengutus para kekasihnya (nabi, rasul dan wali) maka sangat jelas bahwa sebenar ilmu itu adalah ilmu yang disampaikan dari manusia yang hidup. Silahkan baca atau lihat media apapun dimana pelajaran/materinya wajib disampaikan oleh manusia yang hidup.

 

Apakah sudah termasuk golongan orang beriman (mu"min)

Sungguh ironi manusia kebanyakan apalagi yang mengaku beragama Islam. Mereka semua merasa telah beriman. Sungguh Merugi bahkan celaka dimana begitu banyak ayat dalam alqur"an menjelaskan tentang kengerian dan ancaman tapi sungguh semua itu dianggap remeh, terkhusus yang mengaku beragama Islam. Padahal jelas bahwa alqur"an ditujukan kepada siapapun yang mengaku muslim. 

Mari kita peringatkan diri sendiri lalu sampaikan kepada keluarga dan sahabat bahwa sungguh manusia itu tiada yang mampu masuk dalam golongan beriman (mu"min) karena jelas sekali bahwa sifat lalai tidak mungkin membuat manusia meyakini atau mengimani sesuatu apalagi Allah yang maha gaib (tiada yang mampu menceritakan Nya). 

Maka Takutlah (taqwa) kepada Allah dengan selalu mohon pertolongan (bismillah..) untuk mendapatkan keseimbangan (kebaikan) urusan dunia (zohir) dan akhirat (bathin). Untuk mencapai keseimbangan (kebaikan) tersebut maka carilah sebenar ilmu dari orang-orang yang telah diberi Allah kesempatan untuk membaca (iqro") rahasia - rahasia dalam dadanya. 

Materi HIKMAT ini selanjutnya akan ditampilkan pada blog TAUBI pada tautan berikut ini : " Hikmah Jumat "


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

QS Albaqarah 21 ke 24

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Diskusi TAUBI kali ini membahas Tafyīn lanjutan surah ke 2 dalam Quran, Albaqarah ayat 21 hingga 24 yang isinya memberi perintah utama dalam hidup dengan keterangan yang harus dimaknai secara hakikat juga, bukan hanya secara akal. Mari kita simak !

 

Ayat 21 menjelaskan tentang perintah utama tersebut, yaitu menyembah.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

" Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa " 

 

Mari kita coba pahami makna sembah ('abada) dan takwa (taqwa).

Sembah ('abada) diartikan secara umum mengikuti perintah/aturan atau sejenisnya yang menunjukkan kepatuhan. Maka tindakan seorang penyembah jelas adanya tapi menjadi berbeda ketika yang disembah itu yang maha gaib. Dialah Allah yang tiada satupun yang mampu melihatnya. 

Lantas bagaimana definisi menyembah Allah yang mendekati "sesuai" ? Jawaban yang jelas adalah sebagaimana para sahabat nabi Muhammad SAW yang langsung bertemu dan belajar dengan beliau. Artinya bahwa wajib bertemu langsung dengan ahlinya untuk memaknai hakikat dari menyembah. Karena tidaklah etis atau pantas mematuhi/mengikuti yang tidak dikenal. Maka kenalilah yang disembah itu. 


takwa (taqwa) yaitu percaya dan membenarkan adanya Allah dan hanya takut kepada Nya. Bagaimana kita mampu menjadi takwa ini jika pemahaman menyembah masih belum jelas. Maka makna dasar dari takwa ini adalah hanya takut kepada Allah. Untuk mengurai maknanya lebih dalam maka wajib paham dulu makna sembah.

 

Ayat 22 :

الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً ۖوَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

"(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui."

 

Ayat ini menyebutkan alasan jelas tentang wajibnya melaksanakan perintah utama di ayat 21, yaitu menyembah tuhan kalian (rabbakum) karena nikmat dalam hidup yang telah dan sedang dirasakan oleh semua manusia, yaitu alam ini beserta semua fasilitas di dalamnya.

 

Ayat 23 :

وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ ۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

"Dan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."   

 

Ayat ini adalah sindiran Allah kepada manusia dengan cara memberi tantangan untuk membuat ayat yang mirip dengan salah satu surah di Alquran. Sindiran ini menunjukkan bahwa banyak manusia yang inkar (menolak) untuk melaksanakan perintah utama. Hal ini disebabkan kebanyakan manusia merasa benar tentang pemahaman menyembah kepada tuhan. Padahal nyaris seluruh manusia jauh dari praktek yang benar dalam menyembah tuhan. Hal tersebut ditegaskan dengan jelas pada surah Alashr (Golongan merugi dan kecuali).


Ayat 24 :

فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ

"Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir."

 

Atas sikap kebanyakan manusia (ingkar karena merasa benar), maka Allah dengan jelas memberikan ancaman yaitu siksa (neraka) dan menamai kebanyakan manusia itu dengan sebutan kafir atau tertutup dari petunjuk Allah karena sombong (merasa benar). 


Kesimpulan QS Albaqarah 21 s/d 24 :

1. Tujuan utama dalam hidup adalah menyembah tuhan.

2. Untuk mencapai tujuan, maka lakukan sikap takwa (takut hanya kepada Allah).

3. Ingatlah bahwa kita telah diberi selamat (islam) yaitu semua nikmat dalam hidup.

4. Sadarlah bahwa kebanyakan manusia dalam golongan kafir (merugi). 

 

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ - إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

 

Alqodr - القدر

 

 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah ke 97 (Makkiyah - 5 ayat) bernama alqodr (ketetapan). Dalam banyak penulisan secara umum diartikan kemuliaan

Silahkan menyimak bahasan ini yang telah disampaikan pada edisi khusus diskusi pengajian TAUBI dimulai kembali setelah libur lebaran. Diskusi awal di bulan syawal 1443H akhir bertajuk " Spesial Edition - Idul Fitri " dimana ayat ini menjadi hadiah / oleh-oleh bagi setiap orang yang mengaku beriman dimana melaksanakan puasa di bulan ramadhan selama 29 atau 30 hari dengan paham yang lebih baik. Silahkan baca hikmah ramadhan 1 dan 2 pada diskusi yang lalu. 

Mari kita perhatikan apa makna tersirat pada surah Alqodr ini dimana selalu dikaitkan dengan : malam turunnya alquran, malam yang turun di 10 hari ganjil akhir ramadhan.

 

Ayat 1 : Sungguh telah kami turunkan pada lailah (malam) qodar (ketetapan)

Pada ayat ini ada 3 kata kunci yaitu : anzalnaa, lailah dan qodar.

anzalnaa : " kami turunkan " Allah tunjukkan seperti pada ayat-ayat lain di quran bahwa Allah memiliki manajemen atau tata kelola yang maha hebat. Padahal Allah sangat mampu menjadikan apapun tanpa bantuan siapapun karena DIA lah sang AHAD.

lailah : " malam " keadaan gelap adalah kondisi tidak terlihat dan butuh cahaya. Maka yg dimaksud malam disini adalah rahasia atau sirr yg Allah letakkan pada diri manusia yang secara umum dalam keadaan tersesat/kegelapan (zhulumaati).

qodar : " ketetapan " banyak diartikan kemuliaan. Tentu saja memang terkait kuat bahwa ketetapan Allah yang membuat manusia menjadi mulia. Semua urusan manusia telah Allah tetapkan dan tercatat pada setiap dada manusia. 

Maka jika digabungkan lailatulqodar dapat diartikan bahwa rahasia yang telah ditetapkan Allah pada setiap diri manusia dan tercatat di setiap dada. Kenapa disebut malam atau rahasia ? karena ketetapan rahasia tersebut tidak mudah dibaca kecuali belajar langsung dari ahlinya (manusia) secara langsung sebagaimana para sahabat langsung belajar dari penghulu alam di masanya.


Ayat 2 : Apakah kamu tahu tentang lailah (malam) qodar (ketetapan) ?

Ayat 3 : lailah (malam) qodar (ketetapan) itu lebih baik dari 1000 bulan

ayat 2 & 3 ini memperkuat bahwa ada rahasia malam tersebut dan untuk tahu tentang lailatulqodar harus belajar khusus dengan ahlinya. Dimana malam tersebut wajib diketahui oleh setiap manusia jika ingin meningkat menjadi orang yg beriman (1000 bulan menyatakan banyak urusan dunia).


Ayat 4 : pada malam tersebut turun malaikat dan jibril dengan izin Tuhan mereka untuk setiap urusan.

Ayat inilah jantung dari surah alqodr. kata malaikat itu memiliki arti rahasia yaitu penghulu alam atau zohir manusia dan Ruh yang dimaksud adalah bathin manusia. Untuk penjelasan detail, bertemulah dengan mursyid atau ahlullah, yang memang telah berjalan kepada Allah.

 

Ayat 5 : Selamatlah dia (malam tersebut) hingga terbit fajar

ayat ini juga mengandung makna tersirat. Setiap manusia tidak mungkin selamat karena tidak dapat mengetahui rahasia yang telah ditetapkan Allah dan tercatat pada setiap dada manusia kecuali berjumpa dengan cahaya (orang-orang yang ahli tentang Allah).


Kesimpulan surah ini :

1. lailatulqodar itu adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan sebelum semua dicipta.

2. Tiadalah sejalan hidup ini kecuali zohir dan bathin saling menghadap.

3. Tidak mungkin selamat siapapun kecuali dapat membaca rahasia dalam dadanya.

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

 

Al'ashr - العصر

 

 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Begitu banyak surah di dalam quran sebagai pemberi peringatan (reminder) pada manusia hingga surah pamungkas yang Allah turunkan pada bahasan / diskusi pengajian ini sejak dimulai di sekitar tahun 2014.

Surah ke 103 (Makkiyah - 3 ayat) yang disebut Alashr - waktu atau masa. Begitu dasyatnya kelakuan manusia sampai Allah langsung bersumpah atas nama zat Nya yaitu waktu atau masa (ayat 1). Allah lah sang waktu, yang mencipta dan mengatur peredaran waktu.

Berisikan 3 ayat yang langsung menunjukkan bahwa nyaris seluruh manusia berbuat kerugian atau masuk pada golongan merugi (ayat 2).

Sayangnya pemahaman manusia secara umum merasa bahwa tidak termasuk dalam golongan merugi ini karena manusia secara umum merasa beriman yaitu percaya atau yakin kepada Allah dan merasa telah beramal sholeh (golongan kecuali - ayat 3).

Kesimpulan ayat 103 (satelit) :

1. Terdapat 2 golongan dalam hidup ini yaitu merugi dan kecuali

2. Carilah ahli, manusia yang dapat keluarkan kita dari merugi ke dalam kecuali

3. Solusinya telah sudah Allah jelaskan di ayat 3. Maka pahamilah ! 


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

alhumazah - الهمزة

 

 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 

Pertemuan pertama di bulan Syawal 1443 (setelah ramadhan 2022 M), melanjutkan diskusi di pengajian TAUBI. Kali ini membahas tentang para pengumpat dan pencela.

Surah ke 104 (Makkiyah - 9 ayat) berjudul alhumazah (pengumpat). Surah ini meriwayatkan tentang kecenderungan manusia berbuat kerugian dimana pencirian secara umum dapat kita simak pada penjelasan berikut :

Ayat 1 :

Ancaman keras bagi mengumpat dan mencela, pelaku melecehkan apa yang telah ditetapkan Allah (kehendak Allah). Ini jelas terjadi secara masif dan umum. Manusia ketika mengalami kesusahan, maka sangat banyak yang mengeluh dengan protes atau cacian kepada Allah (pengumpat). Begitu juga ketika melihat kejadian atau kondisi di sekitarnya, cenderung menghakimi atau mencela baik orang atau kejadian tertentu.

Ayat 2 :

Manusia yang dimaksud itu cirinya sama dengan orang yang suka mengumpulkan harta dan menghitung-hitung harta tersebut. Itulah yang disebut dengan cinta dunia (hubbuddunyaa) secara berlebihan.

Ayat 3 :

Manusia yang dikisahkan pada ayat 2 bersangka mereka dapat hidup kekal di dunia ini dengan harta yang dikumpulkan.

Pada ayat 4 s/d 9 menceritakan ancaman mengerikan pada manusia (ayat 1-3), yaitu neraka Huthomah dan tentang keadaan manusia yang KEKAL di dalamnya.


kesimpulan surah 104 ini adalah :

1. Manusia yang mencintai dunia adalah manusia yang bersifat pengumpat dan pencela

2. Siapapun yang lalai karena hal dunia, pasti mendapat balas huthomah

3. Siapapun masuk ke dalam neraka huthomah pasti kekal di dalamnya


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Alfiil - الفيل

 
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Surah ke 105 (Makkiyah - 5 ayat) bernama alfiil (Gajah). Surah ini meriwayatkan tentang gagalnya maksud menghancurkan ka'bah (qiblat umat Islam) oleh pasukan yang dipimpin oleh Abrahah (raja yaman) dan 60.000 tentaranya, dimana termasuk diantaranya terdapat 9 atau lebih gajah yang dikendarai oleh tentaranya. Tahun kejadian tersebut dikenal dengan tahun Gajah

Mari sama kita cermati apa makna dari pengertian surah ini :

Ayat 1 : Tidakkah engkau melihat (تَرَ) (ya Muhammad) bagaimana tuhanmu berbuat terhadap pasukan bergajah ?

Ayat 2 : Tidakkah yang telah terjadi bahwa niat/tindakan mereka adalah sia-sia ?

Ayat 3 : Dan telah dikirim kepada mereka burung abaabil yang banyak/berbondong-bondong.

Ayat 4 : (burung2 tsb) melempari mereka dengan batu panas dari tanah liat.

Ayat 5 : batu tersebut menjadikan mereka hancur seperti daun yang dimakan.


Surah ini secara tersirat menjelaskan beberapa hal hikmah :

1. Bahwa Allah selalu menunjukkan kehancuran orang-orang zalim

2. Bahwa siapa yang bertentangan dengan kehendak Allah, pasti binasa

3. Terkhusus zalim terhadap sesuatu yang terhubung langsung kepada Allah, tindakan Allah langsung dan sangat cepat.


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Hikmah Ramadhan lI

 

Tema diskusi : Hikmah Ramadhan II - Rahasia Ramadhan

Jika disebut rahasia, maka sebenarnya bukan rahasia lagi karena akan ada penjelasan dari judul atau tema tersebut. Sebagaimana diskusi sebelumnya (hikmah ramadhan I) telah dijelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan ke 9 dalam tahun hijriyah dimana puasa di bulan ini bertujuan untuk membantu manusia yang telah LALAI selama 11 bulan lainnya kembali atau hijrah kepada INGAT.

Lantas apakah sebenarnya rahasia dari puasa di bulan Ramadhan itu ?. 

Kita sama tahu bahwa puasa itu rukun Islam ke3 setelah sholat. Sholat adalah ibadah yang akan dihisab pertama kali di hari akhir nanti sebelum ibadah lainnya. Artinya sholat adalah ibadah utama. Maka jelaslah bahwa tiada sah puasa seorang hamba jika tiada paham apa hikmah sholat. Dengan kata lain, sia-sia ibadah lainnya (termasuk puasa) jika tiada paham tentang sholat. Benarkah ?

Mari kita perhatikan beberapa pernyataan berikut ini. Ingat !!! Bertemu guru/mursyid itu sangat urgent dan WAJIB untuk dapat memahami pernyataan berikut.

1. Bahwa dalam sholat, siapapun pelakunya tiada makan dan minum. Benar ?

2. Dalam sholat terdiri dari 2 hal, tak terlihat (niat) & terlihat (gerakan sholat)

3. Puasa itu ibadah tiada terlihat bukan? Hanya Allah & pelakunya yg tahu.

Dari pernyataan diatas tentunya dapat dipahami bahwa ibadah puasa khususnya di bulan Ramadhan menjadi spesial karena ibadah tak terlihat ini diperintah WAJIB oleh Allah untuk menyadarkan manusia bahwa ada yang gaib dalam diri.

Yang gaib itu (bathin) juga wajib beribadah dan puasa itu lambangnya. Dan inti puasa itu adalah ibadah yang bersifat gaib, itulah yang disebut zikrullah atau ingat kepada Allah.

Dalam Sholat itu ada puasa dan puasa itu intinya ingat kepada Allah, DIA sebagai tujuan utama dari ibadah sholat dan ibadah lainnya.

Ketahuilah dalam hidup, manusia itu selalu terkait dan mengulang dengan 7 hari (ahad s/d sabtu) yang di masing-masing hari ada waktu sholat 5 kali. Yang demikian itu sejak lahir hingga saat terkini menjadi saksi (sebagai satelit) masing-masing kita di hari akhir nanti. Dan hal itu disebut ASHR (waktu). Baca dan renungkan surah wal'ashr.

7 ayat surah alfaatiha yang selalu dibaca dalam sholat. Semua itu terkait dan tiada putus. Renungkanlah bahwa bulan Ramadhan ini adalah waktu (ashr) khusus yang Allah berikan sebagai fasilitas hebat untuk membawa manusia kembali dari kelalaian menjadi INGAT (seperti bayi dulu)

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

 

  • Litequran.net
  • Tafsiralquran.id
  • Hadits.id
  • Kalender.Islam

  • Musik.Islam

Referensi Keilmuan Islam

Hubungi Kami


Tausiyah Qolbi - TAUBI
Media Informasi Diskusi Mengenal Allah

Medan | SUMUT, Indonesia
0811 00 111 (dont call this 😊)

Tausiyah Qolbi - TAUBI : Media informasi bersumber dari kisah perjalanan ruhani para hamba Allah
Mari membaca dengan bijak dengan selalu berdiskusi langsung dengan guru/mursyid
untuk menjaga keberkahan dari berbagai informasi pada web ini
Perhatian ! Siapapun pembaca bertanggungjawab sendiri atas efek apapun dari setiap artikel TAUBI

Wassalam - TAUBI


-----

🔺🔺