Showing posts with label tauhid. Show all posts
Showing posts with label tauhid. Show all posts

Abstraksi Ilahi

 

Begitu CINTAnya Tuhan kepada siapapun makhluknya terkhusus manusia hingga kalam kalam itu terABSTRAKSIkan pada lantunan keindahan berikut ini :

Bermula dari keadaan ADA dan TIADA ( 1 bersama 0). Begitu CINTAnya sang AHAD hingga dia BUKTIkan dengan menJADIkan sang MIM menjadi 2 hingga 9.

1 dan 0. 1 (ADA & MAHA ADA) berkehendak mnejadikan 0 (TIADA) menjadi ADA. Itulah BUKTI CINTA dari DIA sang MAHA CINTA. Nikmat apa lagi yang kita dustakan ?

#takakanadacintayanglain 


 

MIM yang utama, sang kekasih, yang dicintai sang MAHA CINTA. Maka sang MIM meneruskan rasa CINTA sang MAHA CINTA untuk menyebar CINTA kepada siapapun di alam semesta. Beliaulah " Rahmatan Lil'alamiin "

#immortallovesong
 





Untuk dapat merasakan CINTA sang kekasih, maka temukan langsung para ahli silsilah bahkan jika beruntung dapat bertemu para ahli SAKSI. Ya Allah LANGKAH kan kami untuk mencapai PERTEMUAN dengan mereka.

#kasidahcinta
 

Rasakanlah nikmat hidup ini di aliran darah yang kita reguk di tiap detik nafas kita. MAHA BAIK DIA memberi tanpa memilih. Semua makhluknya merasakan CINTA di setiap detik kehidupan.

#mistikuscinta
 

 

Semoga semua ini dapat berakhir dengan CINTA. Nama kita disebut oleh MIM, sang kekasih "UMMATI UMMATI UMMATI". 

Ya Allah Ya AHAD, TOLONG KAMI !




Semoga mendapat hikmah.

Bonus : Bersama Sang Penghulu Alam " Abul Arwah" di akhir zaman. Semoga !
 

 
 (lagu yang sama)



Wassalam
 
 






Hikmah Tahun Baru Islam

 

 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 


Catatan harian sang pengelana bathin (spirit traveller) - 1 Muharram ( محرّم ) 1444 H

Tahun baru Islam tahun ini bertepatan pada hari sabtu, 30 Juli 2022. Ada hal tersirat di setiap perulangan tahun dan semua itu hanya dapat dimaknai oleh para praktisi ilmu baca (wahyu pertama kepada penghulu alam SAW : اقرأ ). Ketahuilah bahwa tiada satupun kejadian (pasti atas kehendak Allah) kecuali mengandung rahasia (hikmah) untuk dipelajari/diketahui sehingga menghasilkan paham yang akan diamalkan. Silahkan cari di berbagai sumber (internet, buku) berbagai riwayat / keterangan tentang kejadian-kejadian penting pada bulan muharram.

 

Sebagaimana arti dari namanya, terlarang atau suci. Pada bulan Muharram, kaum muslimin pada saat itu, bersama Rasulullah SAW melakukan hijrah pertama ke kota madinah yang disebabkan tidak kondusifnya kondisi kota Mekkah yang saat itu dikuasai oleh kafir quraish. Makanya inilah bulan pertama dari tahun Islam yang disebut tahun Hijriyah.

 

Kejadian ini jelas terkait sangat kuat dengan hukum Islam yang dirangkum pada 5 rukunnya yang diawali dengan 2 syahadat (syahadatain) dimana kunci Islam itu adalah kesaksian kepada yang Maha Saksi. Demikian itu digambarkan dengan usaha keras siapapun untuk berhijrah (berpindah) dari sekedar beriman menuju usaha membuktikan iman tersebut dimana hijrah adalah tanda pengakuan bahwa Islam sebagai agama yang haqq.

 

Bulan Muharram identik dengan menghindari konflik, fitnah, perdebatan dan semua tindakan yang berakibat perseteruan. Maka seorang muslim itu wajib berhijrah dari hal tersebut dengan cara memperbanyak belajar karena orang-orang yang suka berseteru/berkonflik adalah orang-orang yang merasa berilmu (merasa benar) sehingga enggan bahkan malas untuk belajar.  


Belajar tentang rukun Islam pertama menjadi sangat urgent (mendesak) bukan hanya wajib karena ada hal tersurat (tertulis) dan hal tersirat dalam ikrar yang tercantum pada syahadatain. Maka bersegaralah belajar untuk mendapat paham tentang ilmu syahadat ini karena siapa yang tidak paham, khususnya hal tersirat di dalamnya, maka tiada mungkin selamat di hari akhir nanti. Karena haram bagi siapapun masuk ke dalam surga kecuali bagi siapa yang telah mengenal pemilik surga.


Maka berhijrah masing-masing kita mulai dari mengenal diri kita secara mendalam menuju pada mengenal sang pencipta, Allah SWT.


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Hikmah Peringatan Maulid Nabi

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ



Memperingati maulid (kelahiran) baginda Rasulullah Muhammad ﷺ (12 Rabiul Awwal 1443 H - 19 Oktober 2021) yang telah menjadi agenda rutin tiap tahun bagi umat Islam. Mari kita bahas hikmah apa yang terkandung pada peringatan ini.

 

Sebagaimana telah dibahas pada kajian tentang tauhid di surah Alikhlaash dimana ada pernyataan Allah kepada nabi Muhammad ﷺ bahwa DIA adalah Allah yang AHAD (Esa/satu-satunya yang sebenar ada). Hal ini merupakan pernyataan Tuhan yang sangat jelas bahwa dulu, saat ini dan nanti, hanya DIA yang ADA dan MAHA ADA.

Hikmah I : TIADA. Sungguh manusia adalah TIADA hingga Allah ciptakan dari keilmuan Allah yang disebut NUR hingga manusia menjadi ADA. Ingatlah hikmah I ini hingga akhir hayat supaya tidak mudah bersikap sombong. Jikapun terjadi, Allah bantu kita untuk segera sadar dan bermohon ampun.

 

Lalu Allah menetapkan semua ketentuan kehidupan yang disebut " 'Aalamiin " yang artinya seluruh pengetahuan. Pada ketetapan tersebut yang pertama ditentukan Allah adalah makhluk yang pada akhirnya disebut manusia (Adam, manusia pertama) dimana sebelum manusia, Allah telah ciptakan bangsa jin/banuljan yang telah menghuni alam ini sebelum manusia (silahkan cari dalilnya pada berbagai sumber).

Hikmah II : PENGENALAN. Makhluk yang Allah ciptakan pertama (Awwal) dimana bersifat Zohir dan Bathin dialah Sayyidina Ahmad (Mohon diskusi dengan guru/mursyid antum ya) yang dijadikan dari unsur nur utama dan pertama disebut Nurullah. Beliaulah pemegang amanah ilmu terbaik dari sang AHAD yaitu ilmu PENGENALAN (turunan/pemahaman dari hikmah I : TIADA) yang menjadi dasar atau landasan syahadatain.

 

Allah menciptakan nabi Adam, manusia pertama yang tercipta dari tanah. Nabi Adam mewarisi secuplik ilmu makhluk pertama (SA) yang disebut nur Muhammad. Tiadalah semua ini dicipta Allah kecuali karena beliau (SA) yang wujud dunianya Allah hadirkan pada nabi terakhir Muhammad ﷺ. Maka tiadalah yang mampu mengenal DIA jika tidak melalui jalur/silsilah yang tersambung/terhubung kepada nabi terakhir ini.

Hikmah III : JALAN. Siapapun kita manusia, pasti butuh cara atau jalan untuk mengetahui sesuatu. Belajar adalah jalannya. Begitu juga dalam hal menyembah Allah. Tidaklah sempurna ibadah untuk menyembah Allah kecuali diiringi dengan belajar mengenal siapa yang disembah. Semua berawal dari tidak tahu lalu belajar untuk mengetahui. Untuk itu perlu bahkan WAJIB untuk mengenal siapa yang disembah (pikirkanlah !). Carilah JALAN sesuai petunjuk Allah, maka mohon pertolongan kepada Nya. 

Hadirnya nabi Muhammad ﷺ (melalui keturunannya, sahabat dan berlanjut hingga saat ini ke para ahli agama) dapat menjadi pemandu JALAN yang kita butuhkan untuk mengenal siapa yang disembah.

 

Demikian hikmah peringatan atau perayaan maulid nabi Muhammad ﷺ yang menjadi renungan rutin 1 kali dalam setahun sehingga mengertilah kita apa dan siapa beliau sang penghulu alam. 

Maka dengan demikian kita tidak dengan mudah menuduh atau menghukumi atas pelaku kegiatan ini jika dapat memahami hikmahnya. Sesungguhnya perbuatan apapun dinilai Allah sesuai niat pelakunya.

Semoga bermanfaat.

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Al-Ikhlaash - الاخلاص

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Surah Al-Ikhlas berisi 4 ayat dan surah ke 112 di Alqur'an. turun di Mekkah ketika beliau akan hijrah ke Madinah. Surah ini bernilai sepertiga dari Alqur'an bagi yang membaca (HR. Bukhari 5013 dan Ahmad 11612)

Adapun sebab turunnya surah ini berdasarkan riwayat Ibnu Katsir mengutip kalimat Imam Ahmad dari Ubay bin Ka’ab Bahwa ada orang-orang kafir quraish yang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “ Hai Muhammad, gambarkanlah kepada kami tentang Tuhanmu.” Lalu diiwahyukan kepada Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam isi surah ini.

Mari kita bahas ayat-ayat pada surah ini

Ayat ke 1 :

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ

artinya : Katakanlah (ya Muhammad) bahwa DIA Allah, Tuhan yang Esa (tunggal).

Dalam ayat ini terdapat 4 kata kunci yaitu "Qul" (seruan), "Huwa" (DIA), "Allah" dan "Ahad" (yang satu-satunya yang Esa/tunggal : pengertiannya tidak sama dengan paham pada akal manusia). Mari kita bahas masing-masing kata kunci :

Qul : katakan ! adalah seruan lembut kepada Baginda nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk disampaikan kepada manusia dimana Tuhan menyebut 3 nama Nya (Huwa, Allah dan Ahad) sebagai tanda mnguatkan bahwa bertauhid adalah urusan paling penting yang AWAL dan UTAMA sebagaimana makna " Awal Agama adalah mengenal Allah "

Huwa : (DIA), ini adalah nama Tuhan dalam sirr (rahasia) pada diri manusia. Bagi yang paham, maka tidaklah aneh mengamalkan zikir dengan nama Tuhan ini. Silahkan berdiskusi langsung dengan Mursyid (pembimbing jalan bathin)

Allah : ini juga Tuhan yang menjadi nama DIA mewakili nama-nama Tuhan yang disebut Asma'ul Husna. Pada praktisi Thariqot, nama inilah yang menjadi amalan zikir yang diajarkan para Mursyid. Amal zikir ini dapat dibaca dalilnya di sini. Disarankan untuk mencari Mursyid untuk membahas hal ini.

Ahad : ini adalah nama Tuhan yang disebut ketiga (setelah "huwa" dan "Allah") pada ayat pertama ini. Bagi yang mengamalkan zikir ini, maka jelas dalilnya adalah dari surah ini. Sumber seluruh ilmu pengetahuan di alam semesta bersumber dari nur (cahaya) yang terpancar dari nama tuhan, Allah dan nur itu disebut Ahad. Wajib diskusi dengan mursyid/guru !.


Ayat ke 2 :

اَللّٰهُ الصَّمَدُ

Artinya adalah Allah tempat semua manusia bergantung / bermohon pertolongan.


Pada ayat ini terdapat 2 kata kunci yaitu " Allah " dan " Shomad ". Kita akan bahas kata kunci yang ke2 (kata kunci "Allah" telah dibahas pada tulisan diatas).

Shomad : ini adalah nama Tuhan (ke 68 dalam asma'ul husna) yang menunjukkan sifat Nya yang maha sempurna, maha kuasa dan segala yang ada adalah milik DIA. Tiada satu makhluk pun yang tidak membutuhkan DIA. Nama Tuhan ini menjadi wakil penjelasan yang terkandung pada sifat Allah yang biasa dipelajari dalam ilmu tauhid dan sering disebut sifat 20.


Ayat ke 3 : 

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ

Artinya : (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

 

Pada ayat ini terdapat 3 kata kunci yaitu " Lam ", " Yalid " dan " Yuulad ". Mari kita bahas masing kata kunci. 

Lam : huruf lam ( ل ) berarti menolak kemiripan/keserupaan Allah dengan manusia apalagi makhluk lainnya dimana Allah sebenar dan Maha sempurna dan tiada yang menyamainya. Dan huruf mim ( م ) menunjukkan bahwa ada rahasia DIA di dalamnya ( م ). Tanyakan hal ini hanya kepada Mursyid ya.

Yalid : ini menceritakan manusia (pria : pemimpin) yang secara umum berkembang biak (memiliki keturunan) melalui istrinya (ibu si anak). Sucinya bayi tidak sekalipun sama dengan Maha suci Allah.

Yuulad : inilah si bayi (anak) yang suci lahir dari alam kesucian (rahim) dimana telah meletakkan segala rahasia yang perlu diketahui pada seorang anak adam. Tidak sedikitpun sama (bahkan sebiji zarrah pun) dengan si anak tersebut meski ada rahasia Tuhan di dalamnya. Rahasia tersebut hanya untuk mempermudah mengenal DIA. 

 

ayat ke 4 :

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Artinya : Dan tidak ada sesuatu apapun yang setara dengan Maha EsaNya (Tuhan).

 

Pada ayat ini terdapat 4 kata kunci yaitu " Lam yakun ", " Lahu ", " Kufuwan " dan " Ahad ". Berikut ini bahsannya :

Lam yakun : tiada adanya satupun yang menyamai DIA. Ini adalah penegasan kembali untuk menguatkan bahwa bahwa hanya Allah saja, Tuhan yang benar benar Esa/Tunggal. Tiada Tuhan selain DIA.

Lahu : Bagi Nya (Tuhan) tiada ada yang serupa/sama bahkan tiada mendekati atau mirip sedikitpun dengan Nya. Maka untuk mempermudah pemahaman (iman) hal ini, Allah letakkan rahasia pada diri manusia (dalam dadanya)

Kufuwan : setara, seimbang, serupa/sama dan kata-kata sejenisnya dimana mustahil adanya terjadi pada Tuhan. Maksudnya adalah makhluk tidak mungkin dapat menyamai dengan yang mencipta (Khaliq).

Ahad : kata kunci sudah dijelaskan di ayat ke 1. Disebut kembali di ayat terakhir bertujuan untuk menyatakan dan menguatkan bahwa sifat Esa Allah tidak pernah ada pada ciptaan Nya. Esa artinya satu atau Tunggal dimana maknanya sangat luas pada Allah yaitu DIA yang Maha Segalanya   

Kesimpulan surah ini yaitu :

  1. Tuhan satu-satunya yang berhak disembah hanya DIA, Allah.

  2. Maka DIA memberikan kemudahan kepada kita untuk mengenal Nya melalui ya Ahad

  3. Lalu semakin dimudahkan pengenalan Nya yang diwujudkan (tajalli) dalam diri Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan pancaran nur Nya (nur Muhammad) pada setiap anak yang lahir (bayi).


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Alfaatiha

 

 

Surah Al-Fatihah : surah pertama dalam al-Qur'an. Surah ini diturunkan di Makkah sehingga tergolong surah makiyah dan terdiri dari tujuh ayat.

 

Himbauan untuk para pembaca !!! mohon membaca materi ini dari halaman utama " Tafsir 'Illiyyīn ". Jika memang dimulai dari sana, lanjutkan membaca. Jika tujuan membaca materi ini adalah KEBENARAN maka tidak disarankan untuk membaca bagian ini. Pembahasan ini adalah bagian dari buku " Tafsir 'Illiyyīn " yang akan membahas hingga seluruh surah dalam Alqur'an.

 

dan ingatlah apapun kegiatan WAJIB dimulai dengan kalimat :

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 

yang memang bertepatan dengan bahasan pertama dan ayat pertama dari surah alfatiha.

Pada ayat pertama ini memiliki 2 kata kunci utama yaitu بِسْمِ اللّٰه dan الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ mari kita mulai bahasannya :


Pada kalimat " Bismillah " dimaknai dengan "kunci utama". Sesiapa yang tidak mendapatkan kunci ini, sungguh tidak mungkin masuk ke dalam surga Allah. Maka kalimat ini haruslah dipelajari dan dimaknai dengan pemahaman yang akan menjadi perbuatan zohir.

Pada kalimat " Arrohmaanirrohiim " dimaknai dengan "kunci semesta". Kunci ini bercirikan "Kasih Sayang Allah" kepada ciptaanNya. Pelajaran tentang ini sangat jelas disampaikan oleh Rasulullah nabi terakhir yang rahmatan lil'alamiin.

 

Kunci Utama : Bismillah

Kunci ini terletak di bagian kiri pada sirr manusia (mohon diskusikan hal ini dengan mursyid antum. WAJIB!). Sesiapa yang tidak mendapat hikmah dari kalimat ini, sungguh akan merugi (surah Ashr).

 

Pada kunci utama ini terdiri dari 2 kata kunci, yaitu Bismi dan Allah. Mari kita maknai :

 

Bismi : manusia melakukan kegiatan rutin lalu menjadi kebiasaan hingga menjadi aturan/etika hingga menjadi hukum. Maka sesuai artinya " Dengan nama/tanda/aturan/hukum " dapatlah dipahami bahwa siapapun ciptaan atau makhluk di alam semesta ini, tentunya secara umum ada dalam suatu aturan/hukum yang dilaksanakan/dipatuhi.

Kata bismi dimaknai dengan kondisi umum setiap makhluk dan bersesuaian dengan hukum atau dalam Islam disebut syariat. Maka siapapun yang mengaku muslim, tentu akan belajar dan mengamalkan hukum Islam (syariat). Ingatlah bahwa derajat seorang muslim masih sama dengan manusia pada umumnya. Maka muslim atau tidak muslim, pada maqom ini derajatnya SAMA.

Maqom ini disebut Syariat. Maqom atau level manusia secara umum.

 

Allah : nama Tuhan ini mewakili 99 nama Tuhan lainnya. Tuhan memudahkan manusia (khususnya) dalam mempelajari tentang DIA. Padahal namaNya tiada terhingga jumlahnya. 

Adapun kata kunci ini bermakna sebagai jalan/cara/metode untuk dapat dekat bahkan kenal kepada yang punya nama. Istilah yang sering dipakai adalah Toriqoh - Mazhab - Manhaj yang intinya adalah aturan untuk dekat lalu kenal kepada DIA sang pemilik nama.

Dalam Islam, barulah disebut muslim yang mulai masuk secara penuh-kaffah (tentu belum kaffah karena masih berproses) jika telah melaksanakan aturan tersebut yang tercantum dalam syariat Islam secara konsisten/teratur/istiqomah. Sesiapa yang telah istiqomah secara rutin dan terus menerus (tiada putus) pada maqom ini dapatlah disebut sebagai muslim hakiki (sebenarnya) itulah disebut juga ummat Muhammad ﷺ. Maqom ini adalah jalur atau media transformasi seorang manusia untuk mencapai level Mu'min (beriman kepada Allah) dari maqom sebelumnya (muslim).

Maqom ini disebut Thoriqat. Maqom atau level ini sering disalahartikan oleh beberapa pihak/kelompok yang suka atau cenderung menghukumi/menuduh/menganggap rendah kelompok lain atau manusia di luar golongan mereka. Sungguh ! golongan orang yang demikianlah yang disebut jelas pada surah Ashr yaitu golongan manusia merugi. Padahal jelas Allah itu Maha Rohmaan (Kasih sayang) kepada siapapun dan tiada kebencian.

 

Kunci Semesta : Arrohmaanirrohiim

Kunci ini terletak di bagian kanan pada nafs (jiwa) manusia (mohon diskusikan hal ini dengan mursyid antum. WAJIB!). Sesiapa yang tidak mendapat hikmah dari kalimat ini, sungguh akan sulit dekat apalagi mengenal DIA.

Pada kunci semesta ini terdiri dari 2 kata kunci, yaitu Arrohmaan dan Arrohiim. Mari kita maknai :

Arrohmaan : ini adalah nama Tuhan yang tercantum 99 nama Tuhan "asmaul Husna". Sesuai artinya yang Maha Pengasih, maka tergambarlah sifat kasih sayang Allah kepada semua makhluk/ciptaan tanpa kecuali. Semua ciptaan Allah akan mendapatkan kasih sayang Nya. Allah telah tetapkan Qada dan Qadar masing-masing makhluk.

Maqom ini disebut Haqiqat. Disinilah level seorang manusia mulai menjalani rahasia keimanan. Ada banyak kisah tentang manusia di maqom ini dan dapat ditemukan di berbagai sumber keilmuan.

Arrohiim : ini juga termasuk nama Tuhan dalam "asmaul Husna". Untuk kata kunci ini, sifat kasih sayang DIA diberikan/dianugerahkan khusus kepada para kekasih Nya yang telah ditetapkan sebagai utusan (nabi/rasul/wali) untuk menyampaikan segala pelajaran/keilmuan kepada manusia yang bersumber dari DIA.

Maqom ini disebut Ma'rifat. Tidaklah seorang manusia dapat mencapai level ini kecuali DIA yang telah menentukan siapa yang akan menerima ilmu terbaik ini dan bahkan ni'mat paling mulia.

 

Bahasan tentang ayat pertama surah Alfatiha ini akan diperjelas dan dimaknai lebih dalam pada kajian khusus di kumpulan lembaran yang berjudul " Mutiara 'Illiyyin "

Masuk pada bahasan ayat ke 2 dan 3 surah Alfatiha dimana bahasan ini dapat dibaca pada tombol hijau berikut : (Pahami semua bacaan diatas ! Jangan terburu-buru !)


Ayat ke 2 dari surah Alfatiha
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Dalam pengertian secara umum " Segala Puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam ".

Kalimat ini adalah intisari dari segala urusan dunia yaitu berSYUKUR. Setiap hal dimulai dengan ayat pertama surah alfatiha langsung disusul dengan penyataan berSYUKUR sebagai tanda bahwa tidak berbuat apapun manusia kecuali dimulai dengan "Bismillah.." dan "Alhamduliilah.." (sebut namaNya dan syukur hanya kepada DIA)

Mari kita maknai lebih mendalam. Pada kalimat ayat ke 2 ini, ada 4 kata (alhamdu-lillah-robbil-'alamiin) dengan 2 kata kunci yaitu Alhamdu dan 'Alamiin. Mari kita bahas masing-masing kata kunci :

Alhamdu : Segala pujian, ucapan syukur, pengakuan terimakasih atas ni'mat yang telah, sedang dan akan diterima oleh setiap manusia. sambungan kata "Lillahi.." menandakan bahwa segala pujian/rasa syukur HANYA ditujukan kepada Allah, tiada satupun yang berhak dan boleh mendapat pujian kecuali DIA.
'Alamiin : Sekalian alam, seluruh alam raya dan tiada satupun yang luput. Sebelum kata ini, terdapat kata "robbil.." yang dapat diartikan bahwa jika tiada memulai apapun urusan selama hidup tanpa ayat 1 dan 2 surah alfatiha, maka tiada berhak tinggal di alam yang diciptakan Allah ini. Apalagi memuji kepada selain Allah.

Ungkapan ayat ke 2 ini menjadi peringatan bagi kita untuk SEGERA perbaiki aqidah sebagai tanda beriman. Sangat jelas makna haqiqat pada ayat tersebut, Tiada siapapun yang berhak menerima pujian kecuali hanya Allah dan DIA meletakkan rahasia (sirr) Nya pada sang penghulu alam, maka Sholawat kepada beliau adalah hikmah dari ayat ke 2 ini. Dan hal ini adalah amal QOLBI yang belum diketahui banyak ilmu mengamalkannya.

Ayat ke 3 surah alfatiha :
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bahasan ayat ini dapat dibaca pada ayat pertama. Disebutkan secara terpisah karena mengandung pengertian sebagai berikut :
Bahwa semua urusan hidup di dunia berkaitan dengan kasih dan sayang Allah.
Semua telah dirangkumkan nabi Muhammad ﷺ dalam pelajaran Islam

Ayat ke 4 dari surah Alfatiha
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ

Pengertian secara umum " Penguasa hari Akhir/Qiyamat ".

Pada ayat ini terdapat 2 kata kunci yaitu " Malik " dan " Yaumiddin ". Mari kita perhatikan makna mendalamnya :
Malik : raja atau penguasa dan dapat diartikan sebagai yang bathin atau nyata secara haqiqat dan zohir atau nyata pada pandangan manusia. Secara bathin/haqiqat jelas adanya yaitu Allah sedang secara zohir tentu telah ditetapkan DIA dari seorang manusia dari para kekasih Nya.
Yaumiddin : Hari akhir atau kiamat dan disebut hari pembalasan. Segala amal/aktifitas manusia akan diberi balasan surga atau neraka secara awam. Sedang bagi para kekasih Nya, tentu mendapatkan lebih dari sekedar surga yaitu ni'mat mengenal DIA.

Ayat ke 5 surah Alfatiha :
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ

Pengertian secara umum " Hanya kepada Mu kami menyembah & hanya kepada Mu kami minta tolong "
Ayat ini mengandung 2 kata kunci yaitu " na'budu " dan " nasta'iin ". Mari kita bahas kedalaman 2 kata kunci ini :
na'budu : Kami mengabdi atau menyembah. Kepada siapa kita mengabdi/menyembah ? Inilah ironi (sesuatu yang tidak sesuai) pada hidup manusia terkhusus yang mengaku muslim. Bagaimana mungkin telah mengaku bahwa Allah adalah Tuhan, tiada yang lain, tapi tidak meRASA dekat apalagi kenal. Contoh yang terjadi adalah ketika sholat seringkali bahkan sebagian besar waktu saat sholat berpikir atau terbayang hal/urusan kehidupan sehari-hari.

nasta'iin : Kami meminta pertolongan/bantuan dengan pengertian mendalam adalah HANYA kepada DIA manusia WAJIB bergantung. Sungguh segala ni'mat hidup telah dirasakan/digunakan dan tanpa sadar (sebahagian besar manusia) masih meminta/berharap kepada selain Allah secara aqidah. Contohnya bekerja dan berharap imbalan (gaji) dan takut kepada atasan atau pemberi kerja. Pernahkah merasa bahwa semua rezki atas karunia Allah ?

Ayat ini adalah JANTUNG dari surah alfatiha. Sungguh ! siapa yang paham akan surah ke 5 ini maka akan dimudahkan Allah dalam segala urusan hidup. Jika tidak paham maka akan terjadi sebaliknya.
Ketahuilah bahwa apapun urusan maka WAJIB dimulai dengan " bismillah.. " dan diakhiri dengan " alhamdulillah.. " lalu semua amal atau perbuatan manusia bertujuan hanya satu yaitu MENYEMBAH/MENGABDI hanya kepada Allah. Maka bermohon pertolonganlah HANYA kepada Allah, sang penguasa kehidupan.

Ayat V surah alfatiha adalah cermin/turunan dari ayat I (baca dan pahami ayat pertama). Siapa yang mampu memahami dan berhasil menghubungkan 2 ayat ini, maka PASTI pertolongan akan datang dan selamat dari azab dunia dan akhirat. Tentu saja WAJIB belajar langsung dari para ahli qolbi.

Ayat ke 6 dari surah Alfatiha
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

Pengertian secara umum " Tunjukilah kami jalan yang lurus "
Pada ayat ke 6 ini setiap katanya adalah kata kunci yaitu Ihdina, Shiroot dan Mustaqiim. Mari kita bahas makna tersirat pada kata kunci masing-masing.

Ihdina : "Tunjukkan kami" adalah pernyataan manusia yang sadar bahwa selalu butuh petunjuk dari Allah. Dengan arti lain secara tersirat, jelas Allah menunjukkan bahwa setiap orang selalu dalam posisi "tersesat" tapi tiada disadari oleh kebanyakan manusia meskipun telah diperkuat dengan surah lainnya (baca surah ashr)
Shiroot : " jalan " yang dimaksud disini adalah jalan khusus yang hanya diberikan atau diterima oleh orang yang minimal merasa DEKAT dengan Allah. PetunjukNya akan semakin luas jika dapat MENGENAL DIA.
Mustaqiim : Petunjuk (hidayah) itu adalah jalan (Shirot) atau cara/amal/ibadah yang telah ditempuh/dilaksanakan oleh orang-orang yang " istiqomah " atau konsisten (melakukan dengan rutin dan teratur) dalam melaksanakan petunjuk/hidayah dari Allah.
Untuk memahamkan penjelasan dari 3 kata kunci diatas, tentu WAJIB mencari ahlinya yaitu ahli qolbi atau bahkan ahli ruhani. Catatan ini hanya sebatas penghantar kepada pelajaran HAQ yang hanya boleh disampaikan/diajarkan oleh manusia yang telah melakukan praktek ilmu haqiqat secara jelas/nyata bukan hanya di pemikiran (filsafat).

Ayat ke 7 surah Alfatiha :
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Pengertian secara umum " Jalan orang-orang yang Engkau (Allah) beri ni'mat atas mereka. Bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan juga jalan mereka yang sesat "
Ada 4 kata kunci dari ayat terakhir dari surah alfatiha yaitu Shiroot, An'amta, Maghduub dan Doolliin. Mari kita bahas rincian pada masing-masing kata kunci.
Shiroot : Hal ini telah dijelaskan pada ayat ke 6 dimana pengertiannya sama.
An'amta : pengertian tersirat pada " Engkau (Allah) berikan ni'mat " adalah ni'mat tertinggi yaitu IMAN dimana semua itu ada pada dada manusia, rahasia yang telah diberikan Allah sejak manusia masih di alam rahim. Jika terbuka rahasia dalam dadanya tersebut maka disebutlah seorang mu'min atau orang beriman.
Maghduub : meski pengertian dimurkai/dimarahi, sungguh Allah menangguhkan marahNya hingga hari pembalasan. Hal tersirat pada ayat ini jelas ditujukan pada kebanyakan manusia. Manusia yang tidak termasuk pada golongan ini (dimurkai/dimarahi) adalah sangat sedikit. Perhatikan bahwa dalam surah alquran banyak kisah yang memberikan peringatan pada manusia. Silahkan cek langsung dan tentunya ada bahasan tentang surah surah tersebut.
Doolliin : ini adalah golongan orang-orang yang sesat. Artinya mereka telah berada dalam petunjuk tapi mereka mengabaikan dan merasa benar. Sungguh inilah ciri-ciri orang sebenar sombong. Maka dengan tegas dapat dipastikan bahwa ciri sesat itu adalah sombong.

Demikian akhir dari surah alfatiha. Mari kita perhatikan dan evaluasi diri. Semua bahasan surah ini bukan untuk menilai apalagi menghukumi orang lain melainkan untuk memperbaiki diri dan segera bertindak yaitu memohon pertolongan Allah dan hindari sejauh mungkin sikap sombong yang turunannya adalah merasa paling benar dan menganggap rendah orang lain atau kelompok lain. Hanya DIA yang dapat menolong kita dan janganlah berputus asa dari rahmat Nya.





والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ


Tausiyah Qolbi - TAUBI
Media informasi bersumber dari kisah perjalanan ruhani para hamba Allah
Mari membaca dengan bijak dan berdiskusi langsung dengan guru/mursyid

Perhatian !!!
Siapapun pembaca bertanggungjawab sendiri atas efek apapun dari setiap artikel TAUBI

Wassalam - الكزهدي





-----

🔺🔺 - Ke Atas