Showing posts with label faatih. Show all posts
Showing posts with label faatih. Show all posts

Alfaatiha ayat 7(1)

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


sahabat TAUBI semua    ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 

 

Bahasan detail surah Alfatiha ayat 7 poin 1 yaitu " Haq Musa AS / Selasa ".

 

Ketahuilah bahwa apa yang tertulis pada laman #tausiyahqolbi ini membutuhkan penjelasan langsung dari seorang manusia hidup yang disebut Mursyid atau guru yang mengerti tentang zohir dan bathin. Maka wajib sudah bertemu manusia tersebut sebelum membaca materi ini. Baca Peringatan tentang laman TAUBI di SINI.

 

Pada surah Alfaatiha ini, Allah telah meletakkan hal tersirat yang sangat langka (sepertinya belum ada) dijelaskan oleh para ahli agama Islam. Kita lanjut bahasannya pada rukun Islam ke 3 yaitu PUASA.

 

Pada ayat ke 7 surah Alfaatiha pada bagian pertama yaitu " shirootollaziina an'amta 'alaihim " yang artinya " jalan orang-orang yang engkau (Allah) beri ni'mat (iman : ni'mat tertinggi) atas mereka  ". siapakah penerima ni'mat yang Allah maksud ?

 

Sebelum menjawab, mari kita telusuri tentang ayat ke 7 bagian 1 ini. Inilah bagian yang melambangkan tentang ibadah Puasa. Hal ini juga bersesuaian dengan HILAT 3 (silahkan baca) yang harinya adalah Selasa (Tsalatsa) dan sholatnya ashar (4 rakaat). Dari hubungan dengan hikmah sholat (HILAT) beserta rahasia yang ada pada hari selasa dan sholat ashar, maka insya Allah tahulah kita siapa yang Allah beri ni'mat.

 

Aktifitas ibadah puasa telah merangkum tentang interaksi manusia dengan Allah dan interaksi manusia secara sosial. Dimana menceritakan banyak hal ma'rifat (pengenalan) semua amanah dari Allah yang telah diberikan pada diri manusia berupa tenaga, kesehatan dan harta benda. Semua itu hanya dapat dikenal dengan cara melatih diri menahan lapar dan haus serta menjaga lisan dari kalimat tidak berguna.

 

Puasa dari kata bahasa Arab صَوْم ، صِيَام atau “ shaum , shiyam ” artinya adalah menahan diri dari aktifitas mulut (makan, minum & bicara) sesuai waktu tertentu. Perintah puasa ini termaktub pada Qur'an. Untuk membuat keseimbangan antara dunia dan akhirat, maka puasa diwajibkan selama 1 bulan saja dimana 11 bulan lainnya setiap muslim menggunakan mulut dengan sangat aktif.

 

Begitu besarnya peran mulut yang akan mempengaruhi perut, maka perlulah mendapatkan pelatihan. Apa saja yang dimakan/diminum akan mempengaruhi tubuh yang menerima manfaat makanan/minuman. Sedangkan kata-kata mulut dapat memberi pengaruh baik atau buruk tergantung dari apa yang disampaikan.  Semua itu adalah hakikat keilmuan nabi Musa AS (mulut) yang menjelaskan tentang iman, ni'mat tertinggi (hakikat nabi Ibrahim AS - dada).

 

Rukun Islam ke 3 ini saling berkaitan dengan 4 dan 5. Ini merupakan tingkatan manusia untuk menuju (mengenal) Tuhan. Maka dari itu harus dipahami mulai tingkatan terbawah (tingkat kebanyakan manusia) hingga tingkatan ke 3 ini (puasa).

 

Demikian bahasan ringan tentang rukun Islam ke 3 yaitu Puasa yang dalam surah Alfaatiha ayat 7 bagian 1. Dimana semua itu menggambarkan kisah nabi Musa AS yang bertugas menyeru pada umatnya tentang TUHAN yang maha gaib. Beliau mengerjakan latihan jasmani dan ruhani yang disebut "SULUK" selama 30 hari ditambah 10 hari (pembersihan).


Atas semua materi atau informasi pada laman TAUBI ini kepada Allah semua dikembalikan dan pastinya TIDAK MENGANDUNG KEBENARAN.

 

Bahasan berikutnya : QS1-7(2)

Baca resume QS1 ayat 7 di SINI.

Wassalam

إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ


Alfaatiha ayat 7(2)

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


sahabat TAUBI semua    ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 

 

Bahasan berikutnya lanjutan QS1-7(3) yaitu " Alfaatiha ayat 7 bagian 2 ".

 

Ketahuilah bahwa apa yang tertulis pada laman #tausiyahqolbi ini membutuhkan penjelasan langsung dari seorang manusia hidup yang disebut Mursyid atau guru yang mengerti tentang zohir dan bathin. Maka wajib sudah bertemu manusia tersebut sebelum membaca materi ini. Baca Peringatan tentang laman TAUBI di SINI.

 

Pada surah Alfaatiha ini, Allah telah meletakkan hal tersirat yang sangat langka (sepertinya belum ada) dijelaskan oleh para ahli agama Islam. Kita lanjut bahasannya pada rukun Islam ke 4 yaitu ZAKAT.

 

Pada ayat ke 7 surah Alfaatiha pada bagian kedua yaitu " gairil-magḍūbi ‘alaihim " yang artinya " bukan jalan orang-orang yang Allah murkai ". siapakah orang-orang yang Allah marah/murka pada mereka ?

 

Sebelum menjawab, mari kita telusuri tentang ayat ke 7 bagian 2 ini. Inilah bagian yang melambangkan tentang ibadah Zakat. Hal ini juga bersesuaian dengan HILAT 2 (silahkan baca) yang harinya adalah Senin (Isnaini) dan sholatnya juhur (4 rakaat). Dari hubungan dengan hikmah sholat (HILAT) beserta rahasia yang ada pada hari senin dan sholat juhur, maka insya Allah tahulah kita siapa yang Allah murkai.

 

Aktifitas ibadah zakat telah merangkum tentang interaksi sesama manusia dan interaksi manusia dengan alam semesta. Dimana menceritakan banyak hal ma'rifat (pengenalan) semua amanah dari Allah yang telah diberikan pada diri manusia. Baik diri itu sendiri maupun diluar diri.

 

Zakat dari kata bahasa Arab زكاة atau “Zakah” artinya adalah suci/bersih (terkait amanah). Perintah zakat ini seringkali bersamaan dengan sholat. " Tegakkan sholat dan tunaikan/laksanakan zakat ". Maka secara umum definisi zakat adalah memberikan sesuatu yang dimiliki baik harta benda atau lainnya kepada yang membutuhkan untuk membersihkan/mensucikan amanah Allah dimana ada hak orang lain didalamnya.

 

Saling berbagi itu adalah konsep yang ada dan jelas pada Islam. Dan hal ini akan memberikan banyak berkah dan mencegah bencana (murka Allah) karena zakat adalah bentuk atau cara syukur manusia kepada Allah. Kejadian ini digambarkan pada sejarah Ibrahim AS ketika beliau mendapat perintah untuk menyembelih anaknya, nabi Ismail AS. Beliaulah yang memiliki hakikat ilmu tentang rukun Islam ke 4 ini, yaitu Zakat.

 

Rukun Islam ke 4 ini berkaitan dengan semua aktifitas tubuh dan perangkatnya yaitu 2 tangan, 2 kaki dan kepala sebagaimana Haji. Pada zakat lebih kepada fungsi sosial manusia yaitu " hablumminannaas ". Dan pada konsep berthariqoh, setiap orang wajib menyampaikan anjuran baik (tablig) meski 1 ayat (hal itu disebut juga zakat). Dengan saling membantu maka dapat saling belajar tentang hubungan sesama makhluk.

 

Demikian bahasan ringan tentang rukun Islam ke 4 yaitu Zakat yang dalam surah Alfaatiha ayat 7 bagian 2. Dimana semua itu menggambarkan kisah nabi Ibrahim AS bersama putranya, Ismail AS yang menunjukkan kepatuhan kepada Allah, melaksanakan perintah Qurban dimana menjadi ibadah berkelanjutan setiap tahunnya pada Idul Adha / Idul Qurban.

 

 

 

Atas semua materi atau informasi pada laman TAUBI ini kepada Allah semua dikembalikan dan pastinya TIDAK MENGANDUNG KEBENARAN.

 

Wassalam

إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ


Alfaatiha ayat 7(3)

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

sahabat TAUBI semua    ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 

 

Bahasan pertama di awal tahun 2023 yaitu " Alfaatiha ayat 7 bagian 3 ".

 

Ketahuilah bahwa apa yang tertulis pada laman #tausiyahqolbi ini membutuhkan penjelasan langsung dari seorang manusia hidup yang disebut Mursyid atau guru yang mengerti tentang zohir dan bathin. Maka wajib sudah bertemu manusia tersebut sebelum membaca materi ini. Baca Peringatan tentang laman TAUBI di SINI.

 

Pada surah Alfaatiha ini, Allah telah meletakkan hal tersirat yang sangat langka (sepertinya belum ada) dijelaskan oleh para ahli agama Islam. Kita mulai bahasannya pada rukun Islam ke 5 yaitu HAJI.

 

Pada ayat ke 7 surah Alfaatiha pada bagian akhir yaitu " Waladdhooolliiin " yang artinya " bukan jalan orang-orang yang sesat ". Tahukah kita siapa yang Allah maksud dengan orang-orang yang sesat pada ayat ini ?

 

Sebelum menjawab, mari kita telusuri tentang ayat ke 7 bagian 3 ini. Inilah bagian yang melambangkan tentang ibadah Haji. Hal ini juga bersesuaian dengan HILAT 1 (silahkan baca) yang harinya adalah Minggu (Ahad) dan sholatnya subuh (2 rakaat). Dari hubungan dengan hikmah sholat (HILAT) beserta rahasia yang ada pada hari minggu dan sholat subuh, maka insya Allah tahulah kita siapa yang Allah sebut sesat.

 

Aktifitas ibadah Haji telah merangkum tentang banyak rahasia pada ayat 7 bagian 3 ini. Dimana menceritakan banyak hal yang semua berujung ma'rifat (pengenalan) pada diri manusia.

 

Haji dari kata bahasa arab "hajj" artinya adalah sengaja. Maka makna secara umum berhaji ke baitullah (dibaca baitulloh = rumah Allah) adalah sengaja pergi ke baitullah. Di dunia tempatnya adalah kota Mekkah dimana terletaknya ka'bah (kiblat sholat seluruh umat Islam). Pada aktifitas haji dapat dilihat secara keseluruhan adalah bergerak/berpindah atau disebut dalam Islam sebagai hijrah.

 

Inilah bermula perjalanan manusia yang Allah sengaja dengan maksud saling mengenal. Allah telah berkehendak (menetapkan) bahwa nabi Adam AS dicipta sebagai manusia pertama yang mengalami hijrah (berpindah) dari alam akhirat (surga) menuju alam dunia fana ini. Beliaulah yang memiliki hakikat ilmu tentang rukun Islam ke 5 ini, yaitu Haji.

 

Tahukah kita dimana posisi baitullah dalam diri?. Ketahuilah ini merupakan dasar beragama dengan konsep berthariqoh. Maka siapa yang paham hal tersirat pada rangkaian ibadah haji, itulah tahapan-tahapan menuju jalan Allah yang lebih rinci.

 

Demikian bahasan ringan tentang rukun Islam ke 5 yaitu haji yang dalam surah Alfaatiha ayat 7 bagian 3. Dimana semua itu menggambarkan kisah nabi Adam AS bersama istrinya, Siti Hawa yang bermula di surga lalu turun ke dunia disebabkan sifat lalai (goflah) sehingga berbuat pelanggaran (sesuatu yang dilarang).


Atas semua materi atau informasi pada laman TAUBI ini kepada Allah semua dikembalikan dan pastinya TIDAK MENGANDUNG KEBENARAN.

 

Wassalam

إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Dasar Islam - Faatiha 567

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


 

sahabat TAUBI semua    ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Sesungguhnya Islam itu dibangun dengan 5 pondasi (baca riwayatnya di sini). Hal tentang pondasi Islam tersebut sudah termaktub (tertulis) secara tersirat pada ayat 5, 6 dan 7. 

Atas izin sang maha ilmu, akan kita bahas tentang hikmah dari ayat Faatiha 567 ini memperluas bahasan materi sebelumnya surah Alfaatiha dan ayat ke 7. Semoga Allah memberkahi dan meridhoi informasi ini.

 

Kita mulai pembahasan secara mundur (backward) : 765 

 

*Ayat 7 : baca dengan seksama di ayat ke 7

Ketahuilah bahwa hakikat dari ayat 7 ini adalah melaksanakan zakat. Ini sering disebut dalam Qur"an dan dalil lainnya, Tegakkan sholat dan laksanakan zakat (QS 2 ayat 43).

Zakat adalah mengeluarkan dari bagian diri kita yang dapat memberi manfaat, baik untuk diri maupun untuk makhluk lain.

 

Ayat 7 yang melambangkan zakat dibagi menjadi 3 bagian :

 

#bagian1 ( صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِم ) yaitu puasa, merupakan ni'mat tertinggi (iman) pada manusia. 

 

#bagian2 ( غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ ) yaitu zakat. Inilah yang mencegah marah Allah dengan mengeluarkan amanah (harta/ilmu) ke siapa yang membutuhkan sesuai aturan dalam Islam (fiqh).

 

#bagian3 ( وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ) yaitu haji. Ibadah dalam haji itu menunjukkan tentang adanya perjalanan (thoriqah) bathin yang sejalan dengan perjalanan zohir (badan/fisik) dan disebut seimbang. Jika tidak dicapai status "seimbang" maka disebut sesat (dhooolliin).

Mari kita bahas lebih jauh pada bagian 3 ini karena inilah posisi manusia paling banyak sebagaimana yang dimaksud pada surah alashr (sungguh manusia dalam keadaan merugi)

Mari kita sadari bersama bahwa sifat dasar manusia itu adalah lalai (baca peringatan bagi orang-orang lalai). Maka dari itu pantas dan normal bahwa manusia itu berada dalam keadaan/posisi sesat ketika hidup di dunia karena sifat dasar tersebut. Mari kita cermati hal berikut ini :

  • Saat di alam ruh, Tuhan berbicara kepada semua ruh (baca di QS 7 - Ala'raf 147). Adakah kita ingat moment tersebut ?

  • Saat di alam rahim, kita diberi ilmu/ketetapan tentang langkah, rezeki, pertemuan dan maut. Adakah kita ingat ?

  • Kisah nabi Adam AS yang diusir keluar dari surga karena lalai atas perintah larangan. Beliaulah manusia pertama, pelaku lalai pertama.

Sebagaimana nabi Adam AS yang pasangannya Hawa. Maka sifat lalai (ghoflah) itu pasangannya adalah ingat (zikr). Siapa yang sadar atas sifat dasar manusia ini maka itu adalah bagian dari rasa beriman oleh karenanya wajib melaksanakan zikr sebagai pasangan atau solusi dari lalai

Demikian hikmah ibadah haji yaitu mengimbangi lalai dengan ingat (zikr) kepada Allah sebagaimana pelajaran dalam ilmu/bab thoriqah. Ketahuilah bahwa sifat dasar (lalai) tidak bisa dicegah apalagi dihilangkan.

 

*Ayat 6 : اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

Ayat ini melambangkan Sholat.

Sholat adalah media atau jalur ( الصِّرَاطَ ) manusia menuju Tuhan. Koneksitas antara yang dicipta kepada penciptanya. 

Pada kata tunjuki kami ( اِهْدِنَا ) sangat jelas bahwa kita dalam kondisi sesat. Masih belum sadarkah bahwa kita lalai ?

Lalu dipertegas dengan kata keterangan yang lurus/teratur/rutin ( الْمُسْتَقِيْمَ ). Inilah keterangan yang memperkuat bahwa perbuatan istiqomah (tetap/teratur) merupakan syarat untuk beroleh koneksitas kepada Tuhan terjadi.


*Ayat 5 : اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ

Ayat ini melambangkan Syahadatain.

Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa tujuan utama manusia hidup adalah menyembah ( نَعْبُدُ ). Dan caranya hanya satu yaitu minta tolong ( نَسْتَعِيْنُ ).

Pada ayat ini terdapat 1 kata berulang yaitu اِيَّاكَ (hanya kepada engkau ya Tuhan). Hal tersebut menunjukkan bahwa hanya, tiada yang lain. Dialah sang AHAD (esa). Itulah sebenar tujuan. 

 

#syahadatrobbani : اِيَّاكَ نَعْبُدُ

Dalam hal menyembah DIA, maka perlulah belajar ilmu menyembah untuk memahami lalu mengamalkannya. Maka perlu belajar tentang ilmu menyembah atau syahadat robbani yaitu 

اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ

Hal-hal yang perlu dipikirkan adalah :

- Apakah benar telah menjadi saksi / melihat Tuhan ?

- Tuhan itu maha gaib, benarkah ?

- Tidak kenal Tuhan, Apakah pantas mengaku beriman ? 


#syahadatmuhammadi : اِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ

Cara menyembah Tuhan hanya satu yaitu minta tolong. Ilmu meminta tolong juga perlu dipelajari. Seringan ringannya membiasakan diri mohon pertolongan kepada Allah setiap saat/detik. Bisakah ?

Maka untuk dapat mengetahui tentang ilmu minta tolong, maka kenalilah nama yang ada pada syahadat ke 2 ini :

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

 

Hal yang terjadi saat ini pada kebanyakan manusia :

- Sudah merasa benar melaksanakan sholat.

- Syahadat itu hanya sebuah bacaan ikrar, bukan ilmu khusus.

- Iman kepada Allah tidak perlu KENAL kepada Allah.


Pertanyaan yang perlu direnungkan adalah :

Apakah Allah terima Sholat (dan ibadah lainnya) jika pelakunya tidak kenal kepada Allah (yang disembah)?

 

Mari sama kita bersegera untuk berhijrah dari tiada sadar bahwa diri ini LALAI dan mengimbangi dengan INGAT (zikr) kepada yang maha Ilmu.

 

Atas semua materi atau informasi pada laman TAUBI ini kepada Allah semua dikembalikan dan pastinya TIDAK MENGANDUNG KEBENARAN.

 
Wassalam


إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎ 

(dengar langsung dari mursyid untuk update materi ini 😊.... )


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

 

 

 

Tausiyah Qolbi - TAUBI
Media informasi bersumber dari kisah perjalanan ruhani para hamba Allah
Mari membaca dengan bijak dan berdiskusi langsung dengan guru/mursyid

Perhatian !!!
Siapapun pembaca bertanggungjawab sendiri atas efek apapun dari setiap artikel TAUBI

Wassalam - الكزهدي





-----

🔺🔺 - Ke Atas