Hikmah ayat ke7 faatiha

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Tema diskusi : Hikmah ayat ke7 faatiha.

Diskusi pada pekan ke 9 ini (via GooM) adalah mengulang kaji tentang ayat ke 7 surah alfaatiha. Ayat ini sangat penting untuk ditelusuri lebih dalam karena manusia paling banyak berada posisi/maqom ini. Khususnya pada bagian 2 dan 3. Mari kita simak bahasan ayat ke 7 ini.

Pada materi surah alfaatiha di ayat ke 7 (baca disini) telah disebutkan 4 kata kunci yaitu Shirooth, An'amta, Maghduub dan Dhoolliin. Dimana pada materi ini kita akan mendalaminya sesuai bagian atau poin pada ayat ini, yaitu ada 3. Bagian 1, 2 dan 3 terlihat pada gambar di atas. Mari kita bahas setiap bagiannya.

 

Bagian 1 : Jalan orang-orang yang Engkau (Allah) beri ni'mat atas mereka

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِم

Bagian ini menjelaskan bahwa iman merupakan ni'mat tertinggi karenanya setiap manusia wajib mengetahui jalan atau shirooth orang-orang terdahulu yang tercatat dalam sejarah sebagai mu'min (orang beriman). Merekalah para nabi rasul dan para wali termasuk orang-orang istiqomah dalam menjalankan perintah tuhan. Tentu saja mengetahui ilmu itu dengan belajar kepada siapa yang telah mengamalkannya. Tiadalah manusia mendapat ilmu sebenar kecuali melalui manusia juga.

Bagian ini menjelaskan bahwa sesungguhnya pencirian orang beriman itu adalah puasa karena ibadah ini secara umum tidak ada yang tahu kecuali Allah dan pelakunya. Ketahuilah bahwa golongan (maqom) manusia sesuai bagian 1 ini akan mendapat kesempatan menjawab pertanyaan di alam barzah setelah mati yaitu " man robbuka ? " yang artinya siapa tuhanmu ?.

Hikmah pada bagian 1 adalah :

  • Jalan / shirooth : pelajarilah jalan orang-orang yang beriman. Wajib !

  • Ni'mat tertinggi itu Iman : tidak hanya perbuatan zohir saja, bathin juga harus sesuai

  • Kode bagian 1 : huruf mim ( م ) maka bacalah sesuai maksud dari huruf tersebut

 

Bagian 2 : Bukan jalan orang-orang yang dimurkai (Allah).

غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ

Bagian ini menjelaskan tentang permohonan kepada Allah untuk dijauhkan dari jalan orang-orang yang melampui batas. Allah marah / murka atas orang-orang terdahulu yang berbuat melampui batas.

Untuk menangguhkan marah / murka Allah, maka bagian ini bersesuaian dengan zakat. Pengetian zakat secara luas adalah memberikan atau berbagi atas apa yang dimiliki seorang manusia kepada manusia lainnya (hablumminannas). 

Hal mendasar tentang memberi / berbagi dalam hal ini adalah ilmu. Segala harta benda dan kekuasaan tidak dapat diraih tanpa ada ilmu pengetahuan. Maka sampaikanlah hal-hal bermanfaat walau satu ayat. Jika ada harta maka berinfak / bersedekah. Jika memiliki kekuasaan maka bantulah siapa yang berhak dibantu. 

Apa saja yang diberikan yang dapat bermanfaat maka akan menghindarkan kita dari hal-hal yang dibenci Allah dan dijauhkan Allah dari hal yang melampaui batas.

Hikmah pada bagian 2 adalah :

  • Maghduub : Murka / marah Allah terhadap orang-orang yang melampaui batas

  • Zakat : Penangguh / penunda murka Allah dengan berbagi hal yang bermanfaat

  •  Kode bagian 2 : huruf dal (د) maka bacalah sesuai maksud dari huruf tersebut

 

Bagian 3 : Dan tidak (juga) jalan orang-orang yang sesat.

وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Bagian ini sama dengan bagian 2 yaitu mohon perlindungan untuk dijauhkan dari jalan orang-orang yang sesat. 

Ada arti tersirat yang banyak belum disadari pembacanya. Banyak yang menganggap bahwa yang sesat itu adalah orang kafir (bukan beragama Islam), padahal yang diperintah untuk membaca berulang-ulang adalah orang muslim. Sungguh ! bagian ini adalah sindiran bahwa ternyata yang mengalami sesat itu adalah sebagian besar muslim itu sendiri tapi kebanyakan tidak sadar. 

Bagian ini menjelaskan bahwa jalan orang-orang yang sesat itu ditunjukkan simpulan cara menghindarinya pada ibadah Haji. Perhatikan apa saja aktifitas dalam ibadah haji. Semua adalah rangkuman perjalanan untuk mengenal Tuhan (awaluddin ma'rifatullah).

Ketahuilah bahwa sesat dalam petunjuk itu lebih buruk derajatnya daripada sesat diluar petunjuk (orang kafir). Karena beragama Islam lantas mengakui diri paling benar dan selain muslim itu lebih buruk. Itu sungguh tidak benar. Karena orang-orang sesat dalam agama Islam itu adalah golongan manusia paling banyak. Hal tersebut jelas dinyatakan Allah pada bagian ini dan didukung kuat dengan dalil/keterangan pada surah allahab dan alashr (silahkan baca).

Hikmah pada bagian 3 adalah : 

  • Dhoolliin : orang-orang yang sesat, golongan manusia paling banyak

  • Haji : ibadah yang menunjukkan jalan untuk mengenal Allah, pencegah kesesatan 

  •  Kode bagian 3 : huruf ro (ر) maka bacalah sesuai maksud dari huruf tersebut

 

Belajar dengan selain manusia hidup sama dengan belajar dengan syaiton. Maka carilah seorang manusia ahli hikmah untuk memahamkan bahasan diatas .....

Semua dari Allah dan pasti akan kembali kepada Nya.

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

No comments:
Write comments

Tausiyah Qolbi - TAUBI : Media informasi bersumber dari kisah perjalanan ruhani para hamba Allah
Mari membaca dengan bijak dengan selalu berdiskusi langsung dengan guru/mursyid
untuk menjaga keberkahan dari berbagai informasi pada web ini
Perhatian ! Siapapun pembaca bertanggungjawab sendiri atas efek apapun dari setiap artikel TAUBI

Wassalam - TAUBI


-----

🔺🔺