Showing posts with label tafyin. Show all posts
Showing posts with label tafyin. Show all posts

Fakta Surah Al-Kafirun

 
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
 

Sahabat TAUBI    ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu3hbauwq3JKQzh8Ibo1UqWIZt8rzcla-a9IOcTWUsk11Fds6g4PyABRPyFwSbFDVKv2DNlJ48Q2EMgd749Kbzpkg75LtHsNuXIgmBWxnYoz6F4cG6p4zzuIHafQeBp2VcRPdxJb7bIejr/s1600/109+alkafirun.jpg

#TAUTAN #menujuRidhoAllah

TAUBI Jumatan terbit setiap Jumat untuk meluaskan wawasan dalam berTuhan dan sebagai "reminder" untuk diri masing-masing.

 

TAUTAN enews bulan IV (Rabi'ul Akhir) - Oktober 2024 

" Fakta Surah Al-Kafirun "

Oktober 2024 M ( Jumat II)


Terdapat fakta atau data valid / shahih pada Surah Al-kafirun ( QS 109) dimana surah ini berkisah tentang pertemuan rasulullah saw dengan para kafir quraish, meminta beliau untuk bersedia bertukar atau bergantian dalam hal menyembah Tuhan. Berikut ini fakta terkait surah 109 ini :

1. Sesuai namanya, surah ini berjudul "orang-orang kafir"

2. Alquran : kitab suci (petunjuk/peringatan) untuk umat Islam.

3. Kafir = tertutup (dari petunjuk). Baca ayat 6 Alfatiha !


Berdasarkan fakta tersebut, maka sungguh jelas bahwa surah ini adalah petunjuk dan peringatan bagi yang mengaku muslim. Mari bertanya pada diri masing-masing, apakah termasuk dalam golongan orang-orang kafir? Jika merasa tidak, mengapa tetap membaca surah alfatiha berulang-ulang ( mohon petunjuk [selalu] : ayat 6). Perhatikan dan mari berfikir dan gunakan akal dengan cerdas. Dipertegas lagi dengan ayat 7 bagian 3 " bukan jalan orang-orang yang sesat -    "


Berdasarkan fakta dan penjelasan diatas, maka telah jelas perintah "Ittaqillah" yang artinya bertaqwalah kepada Allah dalam arti sederhananya berhati-hatilah dengan hukum Allah. Jangan pernah merasa suci atau lebih baik dari kaum diluar Islam. Karena jelas peringatan pada Alquran itu ditujukan untuk umat Islam.


 

Referensi penjelasan edisi ini dari TAUTAN enews ini dapat direnungkan/diskusikan dengan mendengar langsung penjelasan dari para guru (bertemu guru langsung!)

Atas semua materi atau informasi pada laman TAUBI ini kepada Allah semua dikembalikan dan pastinya TIDAK MENGANDUNG KEBENARAN.

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ


والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ ~ إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ 

 

Wassalam

 

TAUBI Jumatan 2024 dst dapat disimak pada TAUBI tv.

Gabung dengan Grup WA Sahabat TAUBI di s.id/567WAG 

TAUTAN Edisi 76Y - Hakikat Istighfar (Bonus 2023)

Cek TAUBI Jumatan Tahun 2023 di sini

Cek TAUBI Jumatan Tahun 2022 (sejak Juli) di sini

 

Al'aadiyaat - ٱلْعَادِيَات

 
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Surat Al Adiyat

Surah ke 100 ini bernama surah Al'aadiyaat berjumlah 11 ayat. Mayoritas ulama berpendapat bahwa surat ini termasuk surat Makkiyah (ada yang menganggap Madaniyah).

Dari Ibnu Abbas, ia berkata Rasulullah Saw mengirim pasukan berkuda. Selama satu bulan taka ada kabar, lantas turunlah surat Al 'aadiyat. Asbaabunnuzuul surat ini tercantum dalam Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam tafsir Al Munir.

 

Mari kita simak pembahasan ayat ini :

وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ

#1 : Demi kuda-kuda berlari kencang yang terengah-engah (dhobhaa)

فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ

 #2 : yang memercikkan bunga api yang berbenturan (tapal kuda dengan batu)

فَالْمُغِيْرٰتِ صُبْحًاۙ

#3 : yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi

فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ

#4 : sehingga beterbangkan dengannya debu

فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًاۙ

#5 : lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh

 

Pada ayat 1 s/d 5 menceritakan situasi pasukan yang sedang berperang : 

- keadaan kuda (1-3)

Ini bagian diri manusia yang menunjukkan sisi hewan (binatang). Gambaran bathin nafsiyah pada manusia. 

- kuda dengan penunggangnya (4-5)

Ini adalah bagian yang menunjukkan hubungan bathin dengan zohir. Manusia sebagai penunggang akan menentukan kemana arah si kuda dan bagaimana bertarung dalam perang. 

 

اِنَّ الْاِنْسَانَ لِرَبِّهٖ لَكَنُوْدٌ 

#6 : sesungguhnya manusia itu terhadap Tuhan sungguh ingkar (lakanuud)

Jelas bahwa surah ke 100 ayat 6 menegaskan sifat manusia secara umum yaitu ingkar atas hukum/ketetapan Allah.

وَاِنَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيْدٌۚ

#7 : Padahal dia menjadi saksi (mengakui) atas hal itu (keingkarannya)

وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ 

#8 : Sesungguhnya cintanya pada harta (khoiri) benar-benar berlebihan

 

Pada ayat 6-7-8 menceritakan sifat manusia sebenarnya :

- Sungguh Ingkar (lakanuud) atas hukum Tuhan.

- Padahal hukum tersebut diakui benar (lasyahiid).

- Manusia sangat cinta urusan dunia (khoir).

 

اَفَلَا يَعْلَمُ اِذَا بُعْثِرَ مَا فِى الْقُبُوْرِۙ

#9 : tidakkah dia mengetahui jika dikeluarkan apa yang di dalam kubur

وَحُصِّلَ مَا فِى الصُّدُوْرِۙ

#10 : dan ditunjukkan apa yang ada dalam dada

اِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّخَبِيْرٌ

#11 : Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu benar-benar Maha teliti terhadap (keadaan) mereka


Ayat 9-10-11 menceritakan tentang pasti nya perhitungan Allah dengan balasan untuk setiap perbuatan manusia. Mulai dari yang terlihat hingga yang tidak terlihat dari urusan yang paling kecil (remeh).

 

إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

 

Alqoori'ah - اَلْقَارِعَةُ

 
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Al-Qaari'ah | MTQ BINA ALQUR'AN

Surah ke 101 ini bernama surah Alqoori'ah berjumlah 11 ayat, diturunkan di Mekkah (Makkiyah), menceritakan tentang kiamat, yang gempar/bergetar hebat ( اَلْقَارِعَةُ ). Mari kita simak bahasannya.

 

Pada ayat 1,2 dan 3 menunjukkan suatu yang tersirat (unik). Allah mengulang suatu ungkapan yang jelas untuk manusia terkhusus yang mengaku beragama Islam. Adakah memikirkannya ?

#1 : Hari kiamat (yang gempar/dasyat/menggetarkan)

#2 : Apakah hari kiamat (yang gempar/dasyat/menggetarkan) ?

#3 : Tahukah engkau hari kiamat (yang gempar/dasyat/menggetarkan) ?

Sesuai arti dari ayat 1-2-3, Allah memberikan pernyataan khusus kepada kita melalui nabi Muhammad ﷺ tentang kiamat yang gempar/dasyat. Begitu mengerikannya kejadian yang pasti terjadi di akhir kehidupan fana ini.

Mengapa Allah mengulang 3 kali terkait hari kiamat ? Tentu bukan hal biasa dan pastinya memiliki maksud yang jelas dan tajam. Disini setiap muslim diuji Allah melalui 3 ayat pertama pada surah ini, apakah benar sudah memakai/menggunakan akal/pikirannya untuk membaca (iqro") maksud pengulangan ini.

Ternyata hanya dengan tahu nama saja, belum cukup untuk mengetahui ilmu tertentu lebih jauh. Demikian pada ayat 1, Allah memberi nama suatu kejadian hebat di akhir zaman. Maka perlu diketahui tentang apa yang berlaku/terjadi pada kejadian tersebut (ayat 2). Itulah disebut perbuatan. Tentu masih belum dapat mencapai pemahaman terbaik hingga kita belajar tentang kronoligis dari kejadian tersebut. Dan itu disebut sifat kejadian tersebut (ayat 3).

 

يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ

#4 : Di hari itu manusia bagaikan sesuatu (seperti laron) yang beterbangan.

Manusia secara umum dalam keadaan kacau, terombang-ambing dan kebingungan (tidak tahu mau berbuat apa).


وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ

#5 : Dan adalah gunung-gunung bagaikan bulu yang berhamburan.

Keadaan gunung yang bentuknya sangat jauh besar dari manusia, tidak pada tempatnya, menggelinding kesana kemari. keadaan yang carut marut dan saling bertabrakan.


فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙ   6     فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ  7

#6 : Maka adapun orang yang seimbang timbangannya.

#7 : Maka (dia) pada keadaan yang diridhoi (Allah) 

Perhatikan arti ayat 6 dan 7. Yang tertulis adalah apa yang tersirat (haq). Sungguh Allah tidak menilai banyaknya amal manusia, melainkan kualitas amal intinya. Maka jangan berpikir semakin banyak ibadah maka Allah pasti ridho.


وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ    8    فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ  9

#8 : Adapun orang yang ringan (tidak seimbang) timbangannya

#9 : Maka (dia) berada dalam (kondisi) neraka Hawiyah (hawa panas) 

 

 وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ    10    نَارٌ حَامِيَةٌ   11

#10 : Tahukah engkau apa itu neraka Hawiyah ?

#11 : Api neraka yang mengandung hawa yang sangat panas. 


Kesimpulan dari surah ini :

1. Kiamat (qiyamat) adalah tegak, maka selamatlah yang telah mendapat ilmu ini.

2. Surah ini salah satu yang menjelaskan (detail) surah Al'ashr (QS 103).

3. Surah ini menggambarkan situasi akhir dunia yang sangat kacau dan seluruh manusia (nyaris) serta seluruh alam semesta mengalaminya.

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

Alfaatiha ayat 7(1)

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


sahabat TAUBI semua    ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 

 

Bahasan detail surah Alfatiha ayat 7 poin 1 yaitu " Haq Musa AS / Selasa ".

 

Ketahuilah bahwa apa yang tertulis pada laman #tausiyahqolbi ini membutuhkan penjelasan langsung dari seorang manusia hidup yang disebut Mursyid atau guru yang mengerti tentang zohir dan bathin. Maka wajib sudah bertemu manusia tersebut sebelum membaca materi ini. Baca Peringatan tentang laman TAUBI di SINI.

 

Pada surah Alfaatiha ini, Allah telah meletakkan hal tersirat yang sangat langka (sepertinya belum ada) dijelaskan oleh para ahli agama Islam. Kita lanjut bahasannya pada rukun Islam ke 3 yaitu PUASA.

 

Pada ayat ke 7 surah Alfaatiha pada bagian pertama yaitu " shirootollaziina an'amta 'alaihim " yang artinya " jalan orang-orang yang engkau (Allah) beri ni'mat (iman : ni'mat tertinggi) atas mereka  ". siapakah penerima ni'mat yang Allah maksud ?

 

Sebelum menjawab, mari kita telusuri tentang ayat ke 7 bagian 1 ini. Inilah bagian yang melambangkan tentang ibadah Puasa. Hal ini juga bersesuaian dengan HILAT 3 (silahkan baca) yang harinya adalah Selasa (Tsalatsa) dan sholatnya ashar (4 rakaat). Dari hubungan dengan hikmah sholat (HILAT) beserta rahasia yang ada pada hari selasa dan sholat ashar, maka insya Allah tahulah kita siapa yang Allah beri ni'mat.

 

Aktifitas ibadah puasa telah merangkum tentang interaksi manusia dengan Allah dan interaksi manusia secara sosial. Dimana menceritakan banyak hal ma'rifat (pengenalan) semua amanah dari Allah yang telah diberikan pada diri manusia berupa tenaga, kesehatan dan harta benda. Semua itu hanya dapat dikenal dengan cara melatih diri menahan lapar dan haus serta menjaga lisan dari kalimat tidak berguna.

 

Puasa dari kata bahasa Arab صَوْم ، صِيَام atau “ shaum , shiyam ” artinya adalah menahan diri dari aktifitas mulut (makan, minum & bicara) sesuai waktu tertentu. Perintah puasa ini termaktub pada Qur'an. Untuk membuat keseimbangan antara dunia dan akhirat, maka puasa diwajibkan selama 1 bulan saja dimana 11 bulan lainnya setiap muslim menggunakan mulut dengan sangat aktif.

 

Begitu besarnya peran mulut yang akan mempengaruhi perut, maka perlulah mendapatkan pelatihan. Apa saja yang dimakan/diminum akan mempengaruhi tubuh yang menerima manfaat makanan/minuman. Sedangkan kata-kata mulut dapat memberi pengaruh baik atau buruk tergantung dari apa yang disampaikan.  Semua itu adalah hakikat keilmuan nabi Musa AS (mulut) yang menjelaskan tentang iman, ni'mat tertinggi (hakikat nabi Ibrahim AS - dada).

 

Rukun Islam ke 3 ini saling berkaitan dengan 4 dan 5. Ini merupakan tingkatan manusia untuk menuju (mengenal) Tuhan. Maka dari itu harus dipahami mulai tingkatan terbawah (tingkat kebanyakan manusia) hingga tingkatan ke 3 ini (puasa).

 

Demikian bahasan ringan tentang rukun Islam ke 3 yaitu Puasa yang dalam surah Alfaatiha ayat 7 bagian 1. Dimana semua itu menggambarkan kisah nabi Musa AS yang bertugas menyeru pada umatnya tentang TUHAN yang maha gaib. Beliau mengerjakan latihan jasmani dan ruhani yang disebut "SULUK" selama 30 hari ditambah 10 hari (pembersihan).


Atas semua materi atau informasi pada laman TAUBI ini kepada Allah semua dikembalikan dan pastinya TIDAK MENGANDUNG KEBENARAN.

 

Bahasan berikutnya : QS1-7(2)

Baca resume QS1 ayat 7 di SINI.

Wassalam

إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ


Tausiyah Qolbi - TAUBI
Media informasi bersumber dari kisah perjalanan ruhani para hamba Allah
Mari membaca dengan bijak dan berdiskusi langsung dengan guru/mursyid

Perhatian !!!
Siapapun pembaca bertanggungjawab sendiri atas efek apapun dari setiap artikel TAUBI

Wassalam - الكزهدي





-----

🔺🔺 - Ke Atas