Alfaatiha ayat 7(2)

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


sahabat TAUBI semua    ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 

 

Bahasan berikutnya lanjutan QS1-7(3) yaitu " Alfaatiha ayat 7 bagian 2 ".

 

Ketahuilah bahwa apa yang tertulis pada laman #tausiyahqolbi ini membutuhkan penjelasan langsung dari seorang manusia hidup yang disebut Mursyid atau guru yang mengerti tentang zohir dan bathin. Maka wajib sudah bertemu manusia tersebut sebelum membaca materi ini. Baca Peringatan tentang laman TAUBI di SINI.

 

Pada surah Alfaatiha ini, Allah telah meletakkan hal tersirat yang sangat langka (sepertinya belum ada) dijelaskan oleh para ahli agama Islam. Kita lanjut bahasannya pada rukun Islam ke 4 yaitu ZAKAT.

 

Pada ayat ke 7 surah Alfaatiha pada bagian kedua yaitu " gairil-magḍūbi ‘alaihim " yang artinya " bukan jalan orang-orang yang Allah murkai ". siapakah orang-orang yang Allah marah/murka pada mereka ?

 

Sebelum menjawab, mari kita telusuri tentang ayat ke 7 bagian 2 ini. Inilah bagian yang melambangkan tentang ibadah Zakat. Hal ini juga bersesuaian dengan HILAT 2 (silahkan baca) yang harinya adalah Senin (Isnaini) dan sholatnya juhur (4 rakaat). Dari hubungan dengan hikmah sholat (HILAT) beserta rahasia yang ada pada hari senin dan sholat juhur, maka insya Allah tahulah kita siapa yang Allah murkai.

 

Aktifitas ibadah zakat telah merangkum tentang interaksi sesama manusia dan interaksi manusia dengan alam semesta. Dimana menceritakan banyak hal ma'rifat (pengenalan) semua amanah dari Allah yang telah diberikan pada diri manusia. Baik diri itu sendiri maupun diluar diri.

 

Zakat dari kata bahasa Arab زكاة atau “Zakah” artinya adalah suci/bersih (terkait amanah). Perintah zakat ini seringkali bersamaan dengan sholat. " Tegakkan sholat dan tunaikan/laksanakan zakat ". Maka secara umum definisi zakat adalah memberikan sesuatu yang dimiliki baik harta benda atau lainnya kepada yang membutuhkan untuk membersihkan/mensucikan amanah Allah dimana ada hak orang lain didalamnya.

 

Saling berbagi itu adalah konsep yang ada dan jelas pada Islam. Dan hal ini akan memberikan banyak berkah dan mencegah bencana (murka Allah) karena zakat adalah bentuk atau cara syukur manusia kepada Allah. Kejadian ini digambarkan pada sejarah Ibrahim AS ketika beliau mendapat perintah untuk menyembelih anaknya, nabi Ismail AS. Beliaulah yang memiliki hakikat ilmu tentang rukun Islam ke 4 ini, yaitu Zakat.

 

Rukun Islam ke 4 ini berkaitan dengan semua aktifitas tubuh dan perangkatnya yaitu 2 tangan, 2 kaki dan kepala sebagaimana Haji. Pada zakat lebih kepada fungsi sosial manusia yaitu " hablumminannaas ". Dan pada konsep berthariqoh, setiap orang wajib menyampaikan anjuran baik (tablig) meski 1 ayat (hal itu disebut juga zakat). Dengan saling membantu maka dapat saling belajar tentang hubungan sesama makhluk.

 

Demikian bahasan ringan tentang rukun Islam ke 4 yaitu Zakat yang dalam surah Alfaatiha ayat 7 bagian 2. Dimana semua itu menggambarkan kisah nabi Ibrahim AS bersama putranya, Ismail AS yang menunjukkan kepatuhan kepada Allah, melaksanakan perintah Qurban dimana menjadi ibadah berkelanjutan setiap tahunnya pada Idul Adha / Idul Qurban.

 

 

 

Atas semua materi atau informasi pada laman TAUBI ini kepada Allah semua dikembalikan dan pastinya TIDAK MENGANDUNG KEBENARAN.

 

Wassalam

إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ


No comments:
Write comments

Tausiyah Qolbi - TAUBI
Media informasi bersumber dari kisah perjalanan ruhani para hamba Allah
Mari membaca dengan bijak dan berdiskusi langsung dengan guru/mursyid

Perhatian !!!
Siapapun pembaca bertanggungjawab sendiri atas efek apapun dari setiap artikel TAUBI

Wassalam - الكزهدي




-----

🔺🔺 - Ke Atas