Aljumu'ah - الجمعة

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

QS 62 - Aljumu'ah ayat 1 - 5

Surah ke 62 (Madaniyah - 11 ayat) bernama aljumu'ah (hari jumat). Hari Jum'at adalah penghulu hari dari 7 hari yang berulang. Ayat-ayat dalam surah ini mengandung makna tersirat yang perlu didalami.

Sebab turunnya surah ini (tersurat) adalah berkenaan dengan peristiwa Shalat Jumat yang ditinggalkan para sahabat untuk melihat kafilah dagang dari Syam. Diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah menceritakan, saat itu Rasulullah sedang menyampaikan khutbah Jumat di Madinah. Lalu kafilah dagang dari Syam tiba di Madinah dan seketika itu pula para sahabat berhamburan keluar masjid menyambut para kafilah tersebut. Sahabat yang tetap duduk mendengar khutbah Rasulullah hanya 12 orang.

Maka Allah menurunkan ayat, “Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik.

Cek penjelasan surah ini di wikipedia dan berbagai sumber lainnya.

Mari kita bahas ayat ayat dalam surah ini :

 

#1 : siapapun bertasbih

يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ

" Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. "

 

Setiap makhluk apapun (di langit dan bumi) bersikap 'menjauhkan' apapun yang mustahil pada Allah (sabbaha / سبح = bergerak menjauh dengan cepat, mobile). Bertasbih artinya menyatakan bahwa tiada yang suci kecuali Allah dan DIA tiada serupa/sama dengan apapun.

Maka bertasbih kepada Allah itu naturalnya makhluk, terkhusus malaikat dan manusia. Semua pada dasarnya sadar bahwa hanya Allah yang suci dan maha suci.

 

#2 : Allah mengutus Nabi untuk umat akhir yang sesat

هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ

" DIAlah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. "

 

Adalah ketetapan Allah mengutus nabi akhir untuk umat akhir zaman dengan membawa panduan (kitab dan prakteknya) untuk membantu manusia yang dalam keadaan sesat yang nyata. Sadarkah manusia secara umum itu sesat ?

 

#3 : Nabi yang diutus juga untuk umat lainnya

وَّاٰخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُۙ

" Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. "

 

Bukan hanya diutus untuk umat islam akhir zaman, tetapi juga umat manusia keseluruhan. Maka beliau selalu disebut rahmatan lil'alamiin atau rahmat (bermanfaat) untuk seluruh alam. 

 

#4 : Allah memberi karunia kepada yang dikehendakiNya

ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

" Demikianlah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar. "

 

Sungguh karunia/kelebihan tertentu telah Allah tetapkan kepada siapa yang telah ditentukan. Tiada satupun yang mempengaruhi DIA. allah menetapkan sekehendakNya.

 

#5 : Orang zalim tidak mendapat petunjuk

 مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰىةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ اَسْفَارًاۗ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

" Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."

 

Mari kita sama sadari bahwa tindakan zalim itu sering bahkan selalu dilakukan manusia secara umum. Maka takutlah kepada Allah (taqwa) sebagaimana contoh buruk pada ayat ke 5 ini yaitu tidak beramal dengan ilmu atau beramal tanpa paham yang benar.

 

Kesimpulan QS 62 ayat 1 - 5 :

1. Bertasbih kepada Allah itu adalah hal dasar yang diikuti dengan taubat

2. Efek bertasbih adalah manusia mendapat rahmat (nabi) dan petunjuk

3. Kehendak Allah mutlak tanpa pengaruh siapapun

4. Nabi akhir itu rahmatan lil'alamiin dan pelaku zalim adalah kafir


QS 62 - Aljumu'ah ayat 6 - 11 :

 

#6 : Kematian (dibunuh atau bunuh diri) itulah ampunan bagi Bani Israil

 قُلْ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ هَادُوْٓا اِنْ زَعَمْتُمْ اَنَّكُمْ اَوْلِيَاۤءُ لِلّٰهِ مِنْ دُوْنِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

" Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang Yahudi! Jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah, bukan orang-orang yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu orang yang benar. ”

 

Sebagaimana kisah di zaman nabi Musa AS, setelah selesai dari masa khalwat / suluk 40 hari. Beliau mendapati umatnya (bani israil) telah ingkar dari menyembah Allah karena pengaruh Musa bin Sam'un (Dajjal). Sebagai hukuman (balasan) dan tanda taubat, maka umat nabi Musa AS diperintah untuk " bunuh diri ".


#7 : Bani Israil itu kaum yang zalim / ingkar

وَلَا يَتَمَنَّوْنَهٗٓ اَبَدًاۢ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالظّٰلِمِيْنَ

" Dan mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim. "


Zalim / ingkar itu adalah karakter utama bani israil dan telah dikhabarkan di Quran dan riwayat lainnya. Maka sampai akhir zaman akan tetap seperti maka jauhilah bergaul dekat dengan kaum ini.


#8 : Mati itu pasti datang kepada mereka (Bani Israil)

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

" Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”


Bani Israil merasa kecewa karena nabi akhir bukan dari golongan mereka sehingga semakin terlihat jelas sifat asli mereka yaitu zalim dan ingkar. Maka Allah memberi petunjuk kepada mereka bahwa kematian itu lebih baik bagi mereka daripada hidup.


#9 : Seruan tegas sholat Jum'at kepada mu"min

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

" Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. "


Perintah tegas sholat jum'at memberi isyarat kuat bahwa ada asroor (rahasia-rahasia) tentang hari jumat dan wajib dipahami (paham itu tanda beriman). Maka bersegeralah belajar tentang jum'at (diantaranya : penghulu hari, berkumpul/jama'ah, sesuai waktu zuhur) kepada ahlinya.


#10 : Perintah Mu'amalah dan berzikir

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

" Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung. "


Hidup ini selalu terdiri dari 2 hal. Maka sebagai yang hidup perlu bersosialisasi dengan sesama yang hidup dengan tujuan saling mengenal dan tentunya juga selalu menghadap (zikr/ingat) kepada pemberi hidup dan kehidupan untuk mendapatkan pengenalan sejati.


#11 : Fokuslah pada pemilik / pencipta dunia

وَاِذَا رَاَوْا تِجَارَةً اَوْ لَهْوًا ۨانْفَضُّوْٓا اِلَيْهَا وَتَرَكُوْكَ قَاۤىِٕمًاۗ قُلْ مَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

" Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik. "


Jangalah fokus kepada dunia ketika beribadah. Terkhusus di hari jum'at yang memiliki banyak rahasia. Sungguh, hidup abadi itu di alam akhirat. Dunia ini hanya candaan dan hiburan sementara.


Kesimpulan QS 62 ayat 6 - 11 :

1.  Bani Israil itu contoh pasti kaum yang ingkar dan zalim

2. Siapapun manusia pasti berjumpa dengan kematian

3. Wajib belajar tentang hikmah / rahasia Jum'at

4. Dunia perlu dikerjakan untuk melengkapi pengenalan pada pemiliknya

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

No comments:
Write comments

Tausiyah Qolbi - TAUBI : Media informasi bersumber dari kisah perjalanan ruhani para hamba Allah
Mari membaca dengan bijak dengan selalu berdiskusi langsung dengan guru/mursyid
untuk menjaga keberkahan dari berbagai informasi pada web ini
Perhatian ! Siapapun pembaca bertanggungjawab sendiri atas efek apapun dari setiap artikel TAUBI

Wassalam - TAUBI


-----

🔺🔺