Percaya kepada Allah

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
 


Sahabat TAUBI    ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

#TAUTAN #menujuRidhoAllah

TAUBI Jumatan terbit setiap Jumat untuk meluaskan wawasan dalam berTuhan dan sebagai "reminder" untuk diri kita masing-masing.

 

TAUTAN enews bulan IX - Ramadhaan - Jum'at III 

Edisi 41 : " Percaya kepada Allah "

7 April 2023 M ( Jumat I bulan April)

١٦  رمضان  ١٤٤٤ هجرية  (16 Ramadhaan 1444 H)

(Ramadhaan : panas/pembakaran. Bulannya umat nabi Muhammad SAW. menandakan banyaknya dosa umat akhir zaman)

Jam 4 terang (dunia) dan jam 9 gelap (akhirat) 
  
 

الإيْمَانُ أَن تُؤْمِنَ باللهِ وَمَلئِكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتُؤْمِنَ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمَ و بالقدر خيره وشره

"Keimanan itu ialah engkau percaya (beriman) pada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab suci-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir (kiamat) dan engkau akan percaya kepada takdir baik dan buruk dari pada-Nya" (HR. Muslim). Demikian Rasulullah ﷺ menyampaikan tentang iman. Percaya pada Allah tentunya masih dalam teori atau ucapan manusia saja. Mengapa demikian ? karena Allah bukan bersifat benda. DIA gaib & maha gaib. Sebagaimana ibadah puasa yang mencoba memberi hikmah tentang Allah.

 

Sesungguhnya tiada pantas disebut muslim (mengaku beragama Islam) jika inti dari Islam (yaitu Allah) tidak dipelajari lebih mendalam dan pastinya bukan hanya teori. Iman itu tentang rasa, bukan fisik (jisim). Maka benarlah istilah para ahli sufi " Awal Agama Mengenal Allah " yang artinya Allah sebagai pusat. tapi sungguh pada prakteknya hampir seluruh insan yang mengaku muslim berhenti (merasa cukup) pada dalil tertulis (naqli) saja. Padahal jelas sesuai riwayat (naqli) nabi Muhammad ﷺ tentang Isra" wal mi'raj adalah hal yang gaib. Dan semua ke-gaib-an itu ada pada diri manusia.

 

Kalimat bahwa "aku beriman kepada Allah" harusnya menjadi sakral dan bukan hanya diucapkan. Seharusnya tak seorangpun berani menyatakannya jika tidak dibarengi dengan belajar tentang Allah sampai kenal pada yang diimani. Pertanggungjawaban yang berat akan segera dihadapi setiap manusia di akhir hidup (khususnya hari kiamat) atas segala ucapan syahadat (kesaksian) sebagaimana syarat seorang muslim, rukun Islam pertama. 

 

Referensi penjelasan edisi ke 41 dari TAUTAN enews ini dapat direnungkan/diskusikan dengan mendengar langsung penjelasan dari para pengelana ruhani (jumpai guru/mursyid!)

 

Atas semua materi atau informasi pada laman TAUBI ini kepada Allah semua dikembalikan dan pastinya TIDAK MENGANDUNG KEBENARAN. 

Wassalam

إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎

 

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

  

TAUTAN Edisi 40 - Puasa & Ramdhan (31 Mar 2023)

TAUTAN Edisi 39 - Hakikat Iman (24 Mar 2023)

TAUTAN Edisi 38 - Hakikat Islam (17 Mar 2023)

TAUTAN Edisi 37 - Derajat Sholat (10 Mar 2023)

TAUTAN Edisi 36 - Tegaknya Sholat (3 Mar 2023)


Cek TAUBI Jumatan bulan Feb 2023 di sini

Cek TAUBI Jumatan bulan Jan 2023 di sini

Cek TAUBI Jumatan Tahun 2022 (sejak Juli) di sini


No comments:
Write comments

Tausiyah Qolbi - TAUBI
Media informasi bersumber dari kisah perjalanan ruhani para hamba Allah
Mari membaca dengan bijak dan berdiskusi langsung dengan guru/mursyid

Perhatian !!!
Siapapun pembaca bertanggungjawab sendiri atas efek apapun dari setiap artikel TAUBI

Wassalam - الكزهدي




-----

🔺🔺 - Ke Atas